Senin, 25 Maret 2013

BAB 7. Peserta Didik sebagai Salah Satu Faktor Dalam Pendidikan


Disusun Oleh 

Dr. Nancy Susianna

     Mira Rosalina S.Pd, M.T.
     Alfi Syukrina Amir, M.Pd.
     Amiq Fikriyati, M.Pd.
     Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA)        

                                      


A. Kompetensi Dasar


Memahami bahwa peserta didik sebagai salah satu faktor dalam pendidikan

B. Indikator


Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan tentang konsep peserta didik sebagai salah satu faktor dalam pendidikan diharapkan:
1.       Dapat menjelaskan pengertian peserta didik dengan menggunakan kalimat sendiri melalui kegiatan diskusi
2.       Dapat memberi contoh perilaku yang mencerminkan karakteristik peserta didik dalam kehidupan sehari-hari
3.       Dapat menuliskan tugas peserta didik.

C. Materi Peserta Didik sebagai Salah Satu Faktor Dalam Pendidikan


Salah satu komponen dalam sistem pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.

7.1 Pengertian Peserta didik


Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada istilah kosa kata yang tidak asing bagi kita semua, yaitu:
1.       Murid/Siswa
Orang yang sedang belajar atau bersekolah
2.       Pelajar
Seseorang yang sedang menuntut ilmu di dalam lembaga pendidikan dasar dan menengah

3.       Anak Didik
Anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan oleh orang tua/wali kepada tanggung jawab guru atau guru yang menyayangi murid seperti anaknya sendiri
4.       Peserta Didik
Kata yang sering dipakai pada proses pembelajaran di sekolah. Istilah ini lebih ditekankan kepada pentingnya murid/siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran

Perubahan istilah dari murid/siswa ke anak didik, kemudian dari anak didik ke peserta didik bertujuan untuk memberikan perubahan tugas, kewajiban dan tanggung jawab seorang murid/siswa dalam proses pembelajaran.

Peserta didik juga dijelaskan sebagai “A person registered in an education and pursuing a course of study” (seseorang yang terdaftar pada sebuah lembaga pendidikan dan mengikuti suatu jalur studi). Asa S. Knowles, Editor-in-Chief, The International Encyclopedia of Higher Education, Volime 1, 1977.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dijelaskan bahwa yang dimaksud peserta didik adalah "anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu".

Peserta didik dalam kegiatan pendidikan merupakan obyek utama (central object), dimana dirinya mengembangkan potensinya (jasmani dan ruhani) melalui proses kegiatan belajar mengajar yang tersedia pada jenjang atau tingkat dan jenis pendidikan tertentu agar terjadi perubahan-perubahan pada diri mereka sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan berhubungan dengan aktivitas pendidikan yang dirujukkan.

Peserta didik adalah salah satu komponen yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Dalam proses belajar-mengajar yang diperhatikan pertama kali adalah peserta didik, bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponen yang lain. Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat atau fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan/karakteristik peserta didik. Itulah sebabnya peserta didik adalah merupakan subjek belajar.

a.      Karakteristik Peserta Didik
Karakteristik peserta didik merupakan salah satu aspek atau kualitas perseorangan peserta didik. Kualitas ini bisa berupa bakat, minat, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Karakteristik peserta didik sangat berpengaruh dalam pemilihan strategi pengelolaan yang berkaitan dengan bagaimana menata pembelajaran, khususnya komponen-komponen strategi pembelajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan.

Ada begitu banyak karakteristik yang bisa diidentifikasi dalam diri siswa yang dapat membawa pengaruh pada pelaksanaan dan hasil pengajaran secara keseluruhan. Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Pada perkembangan karakter peserta didik, tidak ada karakter/kepribadian dan sifat-sifat yang benar-benar sama. Tiap anak adalah individu yang unik  dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak memahami karakteristik peserta didik.

Kehidupan masyarakat yang memiliki karakter dan budaya yang kuat akan semakin memperkuat eksistensi suatu negara. Sekolah sebagai lingkungan kedua setelah keluarga berperan penting untuk membangun sebuah karakter yang harus diwujudkan dalam perilaku serta kegiatan belajar di sekolah agar dapat terinternalisasi dalam setiap jiwa siswa, untuk menerapkan pendidikan karakter seluruh sekolah harus memiliki kesepakatan tentang nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan di sekolahnya. Unsur-unsur pengembangan karakter itu pun harus diintegrasikan di semua mata pelajaran.

Karakter dapat diterjemahkan sebagai : watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang  terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.(Puskur,Balitbang Kemendiknas, 2010).
Dengan demikian definisi di atas dapat diartikan secara teknis  : sebagai proses internalisasi serta penghayatan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dilakukan peserta didik secara aktif dibawah bimbingan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan serta diwujudkan dalam kehidupannya di kelas, sekolah dan masyarakat.

Dalam perkembangan karakter, konsep diri dan sifat-sifat seseorang merupakan hal atau komponen penting. Konsep diri merupakan konsep, persepsi, maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri, atau sebagai bayangan dari cermin diri. Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain terhadap dirinya.

Pengaruh karakter terhadap peserta didik
Memahami karakter seseorang memang sangat sulit, namun sangat penting. Apalagi kita sebagai pendidik selalu bersama dengan peserta didik yang sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Keadaan atau proses belajar dan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak saling mengenal dengan peserta didik. Saling mengenal tidak harus dengan menghafal nama-nama dari peserta didik, tetapi pendidik harus mengenal kepribadian dari murid-muridnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, secara umum peserta didik memiliki karakteristik sbb.:
a.       Bukanlah miniatur orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri.
b.      Memiliki periodisasi perkembangan dan pertumbuhan.
c.       Makhluk Tuhan yang memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh faktor bawaan maupun lingkungan dimana ia berada.
d.      Merupakan dua unsur utama jasmani dan rohani, unsur jasmani memiliki daya fisik dan unsur rohani memiliki daya akal hati nurani dan nafsu.
e.      Manusia yang memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis
f.        Membutuhkan perhatian dan perlakuan yang manusiawi

Berdasarkan karakteristik peserta didik tersebut, maka guru dalam pembelajaran harus bisa:
1.       Menciptakan suasana yang menyenangkan
Siswa menyukai sesuatu yang menyenangkan yang tidak menegangkan, tidak membuat stess sehingga materi yang dipelajari mudah dicerna.
Menciptakan suasana yang menyenangkan dengan cara dalam pembelajaran diselingi dengan permainan, mengingat anak SD dalam tahap operasional konkret guru dalam menyampaikan materi disajikan secara konkret misalnya pada waktu pembelajaran Matematika tentang bangun ruang guru membawakan bentuk-bentuk bangun ruang yang terbuat dari karton. Di dalam ruangan kelas juga di dukung dengan gambar-gambar pahlawan atau tulisan-tulisan yang menarik yang mendukung pembelajaran. Selain itu, penataan tempat duduk yang berganti-ganti misalnya dalam satu minggu setiap tiga hari sekali penataan kursi di ubah bisa berbentuk huruf U atau lingkaran. Tidak ketinggalan guru memberikan senyum kepada siswa-siswanya sewaktu masuk ke dalam kelas maupun dalam proses pembelajaran jangan memperlihatkan wajah cemberut.
2.       Mampu menumbuhkan budaya bertanya di kelas
Membuat siswa aktif dalam pembelajaran, mampu menumbuhkan budaya bertanya di kelas akan membuat siswa kritis, kreatif dan problem solver. Caranya adalah guru dalam memberikan materi dikemas sebaik mungkin agar menimbulkan rasa penasaran siswa untuk bertanya. Misalnya pada saat pelejaran ketrampilan guru membawakan bentuk kerajinan ikan-ikanan yang terbuat dari pita jepang, siswa akan penasaran bertanya bagaimana cara membuatnya bu?. Selain itu, memberikan kesempatam pada siswa untuk bertanya dan berusaha menjawab setiap pertanyaan siswa.
3.       Menghargai adanya perbedaan gaya belajar.
Siswa akan lebih optimal belajarnya karena dia belajar sesuai dengan gaya belajarnya sendiri.
Setiap siswa mempunyai otak yang unik dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda baik kemampuan, minat dan bakatnya. Untuk menghargai keunikan dan perbedaan tersebut adalah dengan cara menghargai adanya perbedaan gaya belajar. Guru dalam pembelajaran harus mengetahui dan memahami keunikan dan perbedaan yang ada pada setiap siswa sehingga guru bisa memberikan sebanyak mungkin pendekatan gaya belajar. Sehingga dalam pembelajaran guru tidak hanya berada di kelas saja karena ada siswa yang gaya belajarnya suka belajar dengan berinteraksi, bereksplorasi dan mengobservasi seperti kunjungan ke lapangan, situasi-situasi nyata dan eksperimen.

b.      Tugas Peserta didik
Selain guru, peserta didik pun mempunyai tugas untuk menjaga hubungan baik dengan guru maupun dengan sesama temannya dan untuk senantiasa meningkatkan keefektifan belajar bagi kepentingan dirinya sendiri.
Dalam proses pembelajaran, peserta didik :
1.       Mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya (learning to do) dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan fisik, sosial, maupun budaya
2.       Mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia di sekitarnya (learning to know)
3.       Dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya (learning to be)
4.       Membantu temannya untuk mengerti dalam pelajaran yang kurang dikuasai (learning to live together)

D. Tugas


1.       Jelaskan pengertian peserta didik menggunakan kalimat sendiri!
2.       Berikan contoh perilaku yang mencerminkan karakteristik peserta didik dan bagaimana guru harus mengatasinya?
3.       Tuliskan tugas peserta didik!

E. Referensi:


Faturrahman, dkk. 2012. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.
Hakikat Pembelajaran Efektif. Ibrahim Lubis. [Online; http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/02/hakikat-pembelajaran-efektif.html. diakses Kamis, 27 September 2012].
Undang-Undang No.20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional [Online; http://www.dikti.go.id/files/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf. diakses Kamis, 27 September 2012].
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka
Cipta Sofa. 2008. “Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik” (online), (http://massofa.wordpress.com/2008/04/25/hakikat-pertumbuhan-dan-perkembangan-peserta-didik, di akses tanggal 26 September 2012)


Bab 6. Tujuan sebagai Salah Satu Faktor dalam Pendidikan

Disusun Oleh 

Dr. Nancy Susianna

     Mira Rosalina S.Pd, M.T.
     Alfi Syukrina Amir, M.Pd.
     Amiq Fikriyati, M.Pd.
     Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA)        

                                      

 A. Kompetensi Dasar


Memahami tujuan sebagai salah satu faktor dalam Pendidikan

B. Indikator


Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan konsep dasar ilmu pendidikan diharapkan:
1. Dapat menjelaskan  empat macam tujuan pendidikan melalui  kegiatan diskusi
2. Dapat menuliskan fungsi  dan tujuan pendidikan nasional  sebagai salah satu faktor pendidikan dengan menggunakan kalimat sendiri melalui kegiatan diskusi
3. Dapat menjelaskan pengertian indikator melalui penjelasan dari dosen
4. Dapat menuliskan beberapa indikator dari SK dan KD yang telah ditentukan melalui kegiatan diskusi

 

C. Materi Tujuan sebagai Salah Satu Faktor dalam Pendidikan


Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kegiatan masyarakat. Meskipun pendidikan merupakan suatu gejala yang umum dalam setiap kehidupan masyarakat, namun perbedaan filsafat dan pandangan hidup yang dianut oleh masing-masing bangsa atau masyarakat menyebabkan adanya perbedaan penyelenggaraan sistem Pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari tujuan pendidikan yang hendak dicapainya. Rumusan tujuan pendidikan selalu mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan pembangunan dan perkembangan kehidupan masyarakat dan negara Indonesia.

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Oleh karena itu tujuan pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu pertama memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan kedua sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan. Tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara komponen-komponen pendidikan lainnya. Tujuan pendidikan bersifat normatif, yaitu mengandung unsur-unsur norma bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian penting itu, maka menjadi keharusan bagi pendidik untuk memahaminya. Kekurangpahaman pendidik terhadap tujuan pendidikan dapat mengakibatkan kesalahan di dalam melaksanakan pendidikan.

Tujuan pendidikan berdasarkan  hirarkinya adalah  sebagai berikut:
1)      Tujuan umum ialah tujuan  pendidikan nasional
2)      Tujuan institusional, ialah tujuan pendidikan yang akan dicapai menurut jenis dan tingkatan sekolah atau lembaga pendidikan masing-masing, biasanya tercantum dalam kurikulum sekolah atau lembaga pendidikan yang harus dicapai setelah selesai belajar.
3)      Tujuan kurikuler, adalah tujuan kurikulum sekolah yang telah diperinci menurut bidang studi atau mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.
4)      Tujuan intruksional, adalah tujuan pokok bahasan atau tujuan sub pokok bahasan yang diajarkan oleh guru.

6.1. Tujuan Umum: Tujuan Pendidikan Nasional


Fungsi dan tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang RI no. 20 tahun 2003, pada pasal 3 adalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

6.2. Tujuan Institusional: Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah


Tujuan pendidikan sekolah menengah mengacu kepada tujuan umum Pendidikan. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tujuan pendidikan sekolah menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

6.3. Tujuan kurikuler: Tujuan Bidang Studi misalnya Matematika, Fisika, TIK, dan Kimia


1). Matematika
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a)    Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan,
b)   konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika,
c)    Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
d)   Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah,
e)   Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

2) Fisika
Mata pelajaran Fisika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a)      Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
b)      Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain
c)       Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrume percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis
d)      Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif
e)      Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3). TIK
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a)    Memahami teknologi informasi dan komunikasi
b)   Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
c)    Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaa teknologi informasi dan komunikasi
d)   Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

4). Kimia
Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a)      Membentuk sikap positif terhadap kimia dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
b)      Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis, dan dapat bekerjasama dengan orang lain
c)       Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan merancang percobaan melalui pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan penafsiran data, serta menyampaikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis
d)      Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat
e)      Memahami konsep,prinsip, hukum, dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
(Standar Isi BSNP)

6.4. Tujuan Intruksional: Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator


Tujuan pokok bahasan atau tujuan sub pokok bahasan yang diajarkan oleh guru pada setiap tingkat dan/atau semester berpedoman pada kompetensi dasar dan standar kompetensi yang telah ada dalam kurikulum.Standar Kompetensi (SK), merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan. Bisa juga dikatakan SK adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tertentu pada jenjang pendidikan tertentu pula. Pada setiap mata pelajaran SK sudah ditentukan oleh para pengembang kurikulum, yang dapat kita lihat dari standar isi. Jika sekolah memandang perlu mengembangkan mata pelajaran tertentu, misalnya mengembangkan kurikulum muatan lokal, maka perlu dirumuskan SK-nya sesuai dengan nama mata pelajaran dalam muatan lokal tersebut.

Sementara itu Kompetensi Dasar (KD), merupakan penjabaran Standar KompetensiKompetensi Dasar dapat berupa pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Guru perlu memahami kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.

Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang menunjukkan perbuatan dan respon yang dilakukan oleh peserta didik. Indikator dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan karakteristik peserta didik dan potensi daerah. Indikator dirumuskan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan diobservasi sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan alat penilaian.

Contoh Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Fisika

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
1.Menerapkan  konsep  besaran fisika dan pengukurannya

1.1  Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)

·         Mengukur besaran massa dengan menggunakan neraca secara teliti dan tepat.
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik
2.3   Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan

·         Menuliskan perbedaan gaya gesek statis dengan gaya gesek kinetis melalui kegiatan percobaan.




Contoh Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator TIK
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
1.       Melakukan operasi dasar komputer

1.1.     Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur yang benar
·         Menjelaskan sejarah perkembangan komputer
·         Memperagakan cara melakukan Cold Boot dan Warm Boot
3.       Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi

3.1.     Menerapkan aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat keras dan perang lunak
·         Menjelaskan tentang aturan hak cipta
·         Menerapkan aturan-aturan hak cipta yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi

D. Tugas


1.       Jelaskan empat macam tujuan pendidikan menurut hirearkinya?
2.       Jelaskan fungsi dan tujuan Pendidikan nasional?
3.       Jelaskan tentang indkator dalam pembelajaran?

E.     Referensi


Panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. BSNP. 2006
Standar Isi. Standar kompetensi dan kompetensi dasar SMA/MA. BNSP. 2006
Silabus Fisika  SMA
Silabus TIK SMA


Bab 5. Pendidikan sebagai Suatu Sistem

Disusun Oleh 

Dr. Nancy Susianna

     Mira Rosalina S.Pd, M.T.
     Alfi Syukrina Amir, M.Pd.
     Amiq Fikriyati, M.Pd.
     Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA)        

                                      

A. Kompetensi Dasar

Memahami pendidikan sebagai suatu sistem

B. Indikator


Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan pendidikan sebagai suatu sistem diharapkan:
1. Dapat menuliskan pengertian pendidikan sebagai suatu sistem  dengan  menggunakan kata-kata sendiri melalui kegiatan diskusi
2. Dapat menuliskan komponen dari pendidikan sebagai suatu sistem melalui kegiatan diskusi
3.  Dapat memberi contoh pendidikan sebagai suatu sistem melalui  kegiatan diskusi
4.  Dapat menuliskan komponen dari pendidikan melalui penjelasan dari dosen

C.  Materi Pendidikan sebagai Suatu Sistem

5.1 Pengertian Sistem


1.       Berasal bari bahasa Yunani,
Systema : sehimpunan bagan atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu kesatuan.
2.        Definisi tradisional,
Sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi  untuk mencapai satu tujuan.
3.       Menurut Zahara Idris (1987)
Sistem adalah kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (produk).
Sebagai contoh, tubuh manusia merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen, antara lain jaringan daging, otak, urat-urat darah, syaraf, dan tulang-tulang.
Gambar 1: Struktur anatomi tubuh manusia


Setiap komponen-komponen tersebut mempunyai fungsi-fungsi sendiri (fungsi yang berbeda-beda) dan satu sama lain saling berkaitan sehingga merupakan suatu kesatuan yang hidup. Dengan kata lain, semua komponen itu berinteraksi sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

5.2 Sistem Pendidikan


Sistem pendidikan pada hakikatnya adalah seperangkat sarana yang dipolakan untuk membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka mengejar cita-cita hidup yang sejahtera lahir maupun batin. 

Pendidikan sebagai sistem menyangkut tiga unsur pokok :
1)      Unsur masukan (input)contohnya peserta didik
2)  Unsur proses (Process), contohnya pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan lain-lain
3)      Hasil (output), hasil belajar, lulusan

5.3 Komponen Pendidikan


Menurut P.H. Combs (1982)  ada dua belas komponen pendidikan, yaitu:
1)      Tujuan dan Prioritas
Fungsinya mengarahkan kegiatan sistem.
Berisi  tentang hal-hal yang  hendak dicapai oleh sistem pendidikan dan urutan pelaksanaannya. 
2)      Peserta Didik
Tugas peserta didik adalah belajar.
Diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan  pendidikan.
3)      Manajemen atau Pengelolaan
Fungsinya mengkoordinasikan, mengarahkan, dan menilai sistem pendidikan.
Komponen ini bersumber pada sistem nilai dan cita-cita yang merupakan informasi tentang pola kepemimpinan dalam pengelolaan sistem pendidikan.
4)      Struktur dan Jadwal Waktu
Gunanya mengatur pembagian waktu dan kegiatan.
5)      Isi dan Bahan Pengajaran
Fungsinya untuk menggambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.
6)      Guru dan Pelaksana
Fungsinya menyediakan bahan pelajaran dan menyelenggarakan proses belajar untuk peserta didik.
7)      Alat Bantu Belajar
Fungsinya untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan yang lebih menarik dan lebih bervariasi.
8)      Fasilitas
Fungsinya untuk tempat terselenggaranya proses pendidikan.
9)      Teknologi
Teknologi ialah semua teknik yang digunakan sehingga sistem pendidikan berjalan dengan efisien dan efektif. Fungsinya memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan.
10)   Pengawasan Mutu
Fungsinya membina peraturan-peraturan dan standar pendidikan.
11)   Penelitian
Fungsinya untuk memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan.
12)   Biaya
Fungsinya melancarkan proses pendidikan dan menjadi petunjuk tentang tingkat efesiensi sistem pendidikan.

D.  Tugas


1.    Dengan menggunakan kata-kata sendiri tuliskan pengertian pendidikan sebagai suatu sistem !
2.      Jelaskan  komponen dari pendidikan sebagai suatu sistem !
3.      Berilah suatu contoh  tentang  pendidikan sebagai suatu sistem !
4.      Sebutkan  komponen-komponen  pendidikan !

E. Referensi


Arifin, M. 2003. Ilmu Perbandingan Pendidikan. Jakarta: Golden Terayon Press.
Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Idris, Zahara dan Lisma Jamal. 1992. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widia Sarana.
Ihsan, Fuad. 2008. Dasar Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.