![]() |
| https://www.freepik.com/premium-vector/ beautiful-muslim-teacher-with-hijab-illustration_1857405.htm |
Alhamdulillah wasyukurillah akhirnya bisa kubuat blog ini, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan, dan menyalurkan setiap unek-unek pribadi menjadi sebuah cerita yang kreatif dan inovatif (bantu like page FB-nya yaa, terima kasih ^_^)
Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Maret 2021
Aktivitasku di Awal Semester Genap 2020/2021
Kamis, 12 April 2018
Cara mengaktifkan pemberitahuan di email ketika seseorang mengisi google form yang qt buat
Hai guys, kali ini saya mau share cara sambungin google form sama email yang qt punya, alhamdulillah dapat juga ilmu ini, agar ilmunya ngga hilang..so simpan disini aja cara-caranya :)
Ini hanya untuk yang punya email dari gmail yaaa......
1. Buat google form di google drive
2. Buat link google formnya
Ketika seseorang mengisi form tersebut, bagaimana cara nyambunginnya?
Soo lanjutlah qt setting google formnya di bagian sheet response
1. Klik tools pada sheet response
2. Klik Notification rules
3. Muncul layar berikut ini :
4. Klik A user submits a form dan Email- right away , kemudian save
Alhamdulillah sudah selesai, so kalau ada yang ngisi google form nya, maka notificasi akan muncul ke email qt, sangat bermanfaat banget kan untuk data yang butuh respon cepat...lumayan gratisan ^_^
Selamat Mencoba juga ya guys :)
Selasa, 19 Januari 2016
Cara Submit Artikel Ilmiah ke Jurnal
Sebelum proses submit ke jurnal international, artikel perlu ditulis dengan baik sesuai dengan format pada jurnal tersebut. Selain itu juga perlu diperhatikan juga aturan bahasa yang digunakan apakah sudah sesuai, dan apakah ejaaannya benar. Jika perlu, sebelum kita mengirimkan naskah tersebut ke jurnal yang dituju, ada baiknya kita mintakan kolega kita di dalam dan di luar negeri ataupun pada lembaga bahasa untuk membacanya dan memberikan komentar. Sering terjadi, artikel ditolak karena pemakaian bahasa yang tidak standar. Beberapa dokumen yang harus kita siapkan sebelum submit ke jurnal yaitu Covering letter (singkat, padat dan pada pokok permasalahan), Text manuscript (Title, Abstract, Introduction, Materials and Method, Results and Discussion, Conclusion, Acknowledgment, References, Figures caption), Tables (dalam satu halaman dan tidak ada garis yang tegak) dan Figures (terpisah antar gambar satu dengan gambar yang lain dalam halaman yang berbeda). Semua dokumen yang diperlukan ditulis dalam MS word atau Latex.
Untuk mensubmitkan manuskript yang sudah
jadi ke jurnal internasional dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1. Online submission
Manuskrip yang
disubmitkan dengan cara online submission tidak
memerlukan biaya, seperti disubmitkan pada jurnal-jurnal yang berada di bawah
Elsevier, Springer, American Chemical Society (ACS), America Institut Physics
(AIP) dan Tylor & Francis.
2. E-mail attachment
Manuskrip yang
disubmitkan dengan cara E-mail attachment tidak
memerlukan biaya, seperti disubmitkan pada jurnal-jurnal yang berada di bawah
Elsevier, Springer, Tylor & Francis.
3. Hard coppy submission
Manuskrip yang
disubmitkan dengan cara Hard copy submission memerlukan
biaya.
Adapun tahapan-tahapan online submission ke jurnal internasional adalah
sebagai berikut:
1. Pilih menu register untuk register account baru
sebagai Author.
2. Lengkapi isian di menu register
selengkap mungkin, konfirmasi register akan dikirim melalui email termasukpassword.
3. Login sebagai Author menggunakan user login yang sudah di create.
4. Masukkan Title
Manuscript.
5. Pilih Article Type yaitu Research Article, Review Article, Short Communication, Book Review atau Erratum.
6. Masukkan Authors
Name dan urutan-urutan Author Name.
7. Masukkan Abstract.
8. Masukkan Key Words.
9. Pilih Document Classifications (
beberapa jurnal tidak ada).
10. Masukkan Comment
to Editor (bukan Covering letter,optional).
Kadang-kadang editor dapat dipilih
oleh Author.
11. Upload/Attach Document files (sesuai urutan Covering Letter, Manuscripts, Tables, Figures). Jika
tidak urut bisa diurutkan kembali setelah upload files.
12. Biasanya beberapa jurnal meminta Reviewer (4-5 orang) dari Author.
13. Jika semua dokumen sudah diupload
maka PDF Document akan di-create oleh server.
14. Cek dokumen PDF yang sudah jadi, jika
semua ok kemudian klik pada Submission Approval.
Untuk lebih jelasnya, akan diberikan contoh...ditunggu yaa...insya allah ^_^
Referensi :
Irianto, A. 2011. Pelatihan Penulisan Artikel
Ilmiah Di Jurnal Terakreditasi Dan Jurnal Internasional, PHKI Universitas
Jenderal Soedirman. Purwakarta.
Istadi, 2007. Workhshop Pengembangan Jurnal Ilmiah
Konsorsium Ilmu. Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu (PPJM). UIN Syarif
Hidayatullah. Jakarta.
Lindsay, D. 1988. A Guide to Scientific Writing.
(Penerjemah S. S. Achmadi). UI-Press, Jakarta.
Manalu, W. 1999. Penulisan artikel ilmiah pada
jurnal ilmiah internasional. Makalah Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah
di Perguruan Tinggi, DIKTI, Jakarta.
Martha, D. 2005. Scientific papers and
presentations. 2nd Ed. Academic Press, Massachusetts.
Nur, H. 2012. Whorkshop of Paper Writing & Publication.
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Teknologi Malaysia. Malaysia.
Purbo-Hadiwidjojo, M. M. 1993. Menyusun Laporan Teknik.
Penerbit ITB, Bandung.
Rifai, M. A
http://tulisanjurnalinternasional.blogspot.co.id/Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN
Baru tahuuu..ternyata SNMPTN dan SBMPTN itu beda....ternyata SNMPTN yang duluu dikenal sebagai SNMPTN undangan itu sudah diresmikan jadi SNMPTN...pingin tau lebih lengkapnya..Cekidot aja yaa....
SNMPTN
Merupakan kepanjangan dari
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Seleksi yang bagaimana? Jadi di dalam SNMPTN, mekanisme seleksi calon
mahasiswa PTN berdasarkan dari nilai rapor, nilai UN, prestasi siswa selama SMA. Sesimpel itukah? Tidak
juga,variabel penilaian SNMPTN sendiri juga kurang diketahui khalayak umum (
seperti indeks sekolah, prestasi alumni,dan lainnya bisa dibaca di >>
sini ) Tapi inti dari semua penilaian SNMPTN adalah, seleksi ini menggunakan
komponen apa yang sudah kita raih selama duduk di bangku SMA, tanpa test. Dulu
sebelum tahun 2013 jalur ini dikenal sebagai SNMPTN Undangan.
Nah buat kalian yang masih fresh
alias baru baru duduk di bangku SMA, persiapkan sejak dini, pertahankan
prestasi dan buat rekam jejak prestasi yang terbaik agar saat mengikuti SNMPTN,
kesempatan kalian untuk lolos memiliki presentase yang cukup besar. Gunakan kesempatan emas ini dengan sebaik
mungkin. Kenapa SNMPTN disebut kesempatan emas ? karena seleksinya tanpa test
lagi, hanya menggunakan rekam jejak prestasi selama SMA, pendaftarannya gratis
dan tentunya penginputan nilai dibantu guru serta kuota bangku kuliah yang di
sediakan SNMPTN lebih banyak.
Yap, SNMPTN menyediakan kuota 50%
dari kapasitas bangku kuliah yang disediakan. Jadi 50% calon mahasiswa diambil
melalui seleksi SNMPTN ini. Ingat, angka 50% ini bukan setengah dari yang
mendaftar, namun “setengah dari kursi yang disediakan PTN”. Jadi berapa kursi
yang disediakan PTN? Umumnya perjurusan kurang lebih 50-200 kursi. Nah, 50%
dari kursi yang disediakan akan diberikan pada mereka yang lolos jalur SNMPTN,
sisanya akan diberikan pada mereka yang lolos di jalur lain seperti SBMPTN atau
UM.
SBMPTN
Singkatan dari Seleksi Bersama
Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Walaupun hanya memiliki perbedaan 1 huruf dari
SNMPTN, tetapi memiliki perbedaan yang jauh dibanding dengan SNMPTN. SBMPTN ini
sendiri merupakan seleksi masuk PTN yang umum, yakni menggunakan nilai ujian
tertulis yang diselenggarakan serentak oleh semua PTN. Jadi variabel nilai
semasa SMA tidak diperhitungkan, yang diperhitungkan adalah nilai dari hasil
ujian tulis masuk PTN yang kalian bisa raih.
SBMPTN sendiri dianggap lebih
fair oleh sebagian banyak siswa karena kompetisi masuk berdasarkan kemampuan
yang dimiliki di hari itu yang dapat dipersiapkan sebelumnya. Sebenarnya sama
fair-nya dengan SNMPTN, namun di dalam SNMPTN, sulit untuk mendapatkan prediksi
mengenai lawan dan target yang harus dicapai untuk mengalahkan lawan.
Sedangkan di SBMPTN, kalian bisa
mempersiapkan jauh hari untuk mengikuti testnya, kalian bisa memprediksi target
untuk mengalahkan lawan melalui jumlah soal yang harus di jawab dengan benar.
Dan dalam SBMPTN penilainnya jelas, yakni berdasarkan point yang didapat
setelah mengerjakan soal.
Oh iya, perlu diketahui, SBMPTN
memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada UN. Bisa digambarkan bahwa UN
adalah Pulau Jawa, SBMPTN adalah negara Indonesia. Jadi materi UN merupakan
bagian kecil dari SBMPTN. Di SBMPTN juga dikenal sistem pengumpulan point, dari
jawaban benar mendapat 4 point, jawaban salah dikurang 1 point dan kosong tidak
mendapatkan point.
Buat yang udah
pesimis sama
kemungkinan nilai SNMPTN atau buat kalian yang pantang menyerah (
mencari alternatif selain SNMPTN ), ada baiknya belajar sejak kelas 12,
bahkan bisa lebih dini karena materi SBMPTN lebih susah dibanding UN.
Apalagi
jika masih semester 5, masih banyak waktu, sebelum waktumu banyak
digunakan dan
disibukan dengan kegiatan persiapan Uijan Nasional. Percayalah, dari 5
tahun
terakhir, siswa belajar SBMPTN jauh lebih hari hasilnya lebih baik
ketimbang
mereka yang belajar spontan H-1 bulan SBMPTN.
Sekali lagi semua tergantung
nasib. Tapi perlu kalian ingat bahwa nasib tidak semata terbentuk karena
kehendak Tuhan, tapi nasib itu juga terbentuk karena usaha kalian, ya usaha dan
doa , setelah itu Tuhan yang akan memutuskan yang terbaik. Semangat untuk kelas
12, jangan bersantai-santai untuk masa depan.
Referensi:http://infomasukptn.blogspot.co.id/2014/09/perbedaan-snmptn-vs-sbmptn.html
Situs Resmi SNMPTN 2016
Alhamdulillah, situs resmi SNMPTN 2016 (sbmptn.ac.id) hari ini sudah
resmi diluncurkan... Selamat mengisi dan memverifikasi PDSS untuk
SMA/SMK/MA SeIndonesia dan Sekolah Republik Indonesia (SRI) di LN.
Silahkan cek jadwalnya di web, termasuk informasi universitas negeri
beserta semua jurusannya yg bisa dimasuki melalui program SNMPTN 2016
ini.
Infromasi lebih lanjut:
Web: http://snmptn.ac.id
Alamat Panitia Nasional SNMPTN 2016:
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sayap Utara Lantai 1
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281,
Telepon (0274) 544049,
Faksimile (0274) 520 325,
E-mail : sekretariatseleksi2016@uny.ac.id
Infromasi lebih lanjut:
Web: http://snmptn.ac.id
Alamat Panitia Nasional SNMPTN 2016:
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sayap Utara Lantai 1
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281,
Telepon (0274) 544049,
Faksimile (0274) 520 325,
E-mail : sekretariatseleksi2016@uny.ac.id
CATATAN PENTING:
SISWA Pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan biaya pendidikan Bidikmisi melalui laman
http://bidikmisi.ristekdikti.go.id/
(Mohon batuannya utk di share)
Biar anak SMA/MA/SMK seindonesia tahu info ini.
SISWA Pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan biaya pendidikan Bidikmisi melalui laman
http://bidikmisi.ristekdikti.go.id/
(Mohon batuannya utk di share)
Biar anak SMA/MA/SMK seindonesia tahu info ini.
Kamis, 14 Januari 2016
Bagaimana Menulis Esai Untuk Mendapatkan Beasiswa LPDP
Pemerintah Indonesia lewat program LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) memberian beasiswa setiap tahun kepada mahasiwa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Salah satu syarat dalam melamar adalah membuat esai. Heru Handika yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Melbourne memberikan tips bagaimana menulis esai.
LPDP baru saja mengumumkan jadwal seleksi beasiswa tahun 2016. Esai adalah salah satu syarat utama dalam aplikasi tersebut. Bagi kami awardee (penerima beasiswa LPDP) sudah menjadi hal biasa diserbu teman-teman yang akan melamar, salah satunya untuk meminta contoh esai.
Saya sendiri tidak mau menyerahkan contoh ini. Karena dikhawatirkan akan adanya copy-paste —LPDP sangat concerned dengan hal ini. Jika ketahuan, tidak hanya merugikan calon pelamar, tapi juga awardee yang bersangkutan.
Tulisan berikut ini tidak hanya bermanfaat bagi pelamar beasiswa LPDP. Tapi, mungkin juga membantu mereka yang ingin belajar menulis.
Ini yang perlu diperhatikan dalam menulis esai, dan beberapa tips berguna pada bagian akhir yang sangat penting sekali:
1. Stay Focus
Ada dua tema dalam esai LPDP: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya” dan "Sukses Terbesar dalam Hidupku”.
Tema pertama mengalami sedikit perubahan dari tema sebelumnya. Tidak jauh berbeda dengan tema sebelumnya, hanya lebih detil saja.
Pada judul pertama, banyak yang menulis esai dengan menjabarkan segala kontribusi yang telah dia lakukan. Namun, saya sendiri hanya fokus pada satu topik yang berkaitan dengan bidang saya. Karena bidang saya biologi, saya bercerita tentang kontribusi saya dalam mengkaji keanekaragaman hayati Indonesia.
Pada judul kedua, cerita "Sukses Terbesar dalam Hidupku" ini saya kaitkan dengan esai pertama. Walaupun, saya tidak mencantumkan hubungan dengan esai pertama secara jelas, tapi dari isi tulisannya kelihatan sangat berkaitan.
Saya tidak bercerita banyak hal. Tidak menjabarkan semua kontribusi saya untuk Indonesia. Hanya satu saja. Tidak lebih. Kemudian saya kembangkan untuk menggambarkan cita-cita saya.
Heru Handika sedang melanjutkan pendidikan S2 di bidang zoology di Universitas Melbourne.
Inilah yang saya maksud dengan stay focus. Menulis esai dengan satu fokus cerita akan lebih mudah, dibandingkan harus memasukkan berbagai macam cerita ke dalamnya; terkadang malah ceritanya menjadi tidak saling berkaitan.
Singkatnya, semua tergantung bagaimana kita membungkusnya (dalam artian positif) hingga menjadi sebuah cerita yang benar-benar bermakna. Menjadi impian dan harapan kita dalam membantu kemajuan Indonesia di masa depan.
2. Susun Esai Berdasarkan Urutan Seharusnya
Maksudnya begini, dalam menulis esai kita harus memastikan alirannya dimulai dari pendahuluan, isi, hingga penutup. Memang, esai ini hanya kumpulan paragraf yang saling berhubungan, tidak ada dituliskan "Pendahuluan", "Isi", dan "Penutup". Namun, dalam menuliskannya, alirannya harus jelas dan runut; tidak pindah kesana-kemari.
Terdengar klise, tapi ini penting untuk diingatkan.
Misalnya, kita memulai esai dengan paragraf tentang impian memajuan perikanan. Pada paragraf kedua, lanjutkan dengan bercerita tentang permasalahan-permasalah yang ditemukan. Dukung argumen-argumen kita dengan contoh konkret tentang usaha yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan; jangan pernah bercerita masalah tanpa solusi. Pada paragraf akhir, tuliskan kesimpulan dari tulisan tersebut serta harapan ke depannya.
3. Mulai dari Pendahuluan yang Meyakinkan, Akhiri dengan Ending yang Mengesankan
Pendahuluan merupakan bagian tersulit dalam menulis esai. Saya sarankan untuk menaruh perhatian lebih disini. Penduluan yang kuat menjadi awal untuk memastikan tulisan and stand out from the crowd (hal yang unik yang berbeda dari yang lain).
Pada contoh pertama, saya memulai dengan realita Indonesia. Poin pentingnya ada pada kalimat terakhir, ini bagian penting bagi saya untuk bercerita mengenai bidang saya dan peranannya.
Pada contoh kedua, saya memulai dengan harapan saya yang kontras dengan kenyataan yang saya dapatkan. Cerita inilah yang kemudian saya kembangkan untuk mendefinisikan arti kesuksesan menurut saya.
Pada contoh kedua, saya memulai dengan harapan saya yang kontras dengan kenyataan yang saya dapatkan. Cerita inilah yang kemudian saya kembangkan untuk mendefinisikan arti kesuksesan menurut saya.
Saya menyimpulkan tulisan saya disini, dan menutupnya dengan kalimat yang memiliki keyakinan yang kuat.
Semua contoh tersebut tidaklah sempurna, tapi setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana menulis esai.
4. Killer Tips
Tahukah anda, ketika draft-nya selesai, tulisan di blog ini tidak langsung saya publish? Draft saya simpan, lalu saya tutup dan melupakannya dalam waktu tertentu; biasanya sehari. Kemudian saya balik lagi, melakukan revisi dan penulisan ulang. Saya baru publish ketika saya rasa sudah layak. Begitu kira-kira proses kreatif saya dalam menulis, mungkin juga teman-teman lain yang hobby menulis.
Dalam kasus esai ini, saya sangat sarankan jangan langsung submit setelah anda selesai menulisnya. Tinggalkan beberapa saat, sebaiknya beberapa hari. Lupakan. Pikirkan kegiatan anda yang lain.
Kenapa? Pada saat pertama kita menulis, faktor emosional kita akan berusaha meyakinkan bahwa tulisan tersebut bagus. Merevisi langsung, hanya akan membuatnya semakin berantakan.
Dengan melupakannya, kita akan kembali melihat tulisan tersebut dengan pikiran yang lebih jernih. Sederhananya, kita akan bisa membacanya seolah-olah sebagai orang lain. Pada tahap inilah sebaiknya revisi dilakukan.
Setelah beberapa hari, dan anda sudah benar-benar yakin esai-nya bagus, baru kemudian dikirim ke LPDP. Lengkapi berkas yang lain. Setelah itu tinggal berdo'a. Karena semua usaha sudah dilakukan.
Sedikit berbagi, saya mendapatkan beasiswa LPDP bukan pada lamaran pertama. Pada lamaran kesekian hingga kemudian dipanggil wawancara, esai adalah bagian yang saya perbaiki dalam aplikasi saya. Rejeki takkan lari kemana, asal kita terus berjuang.
Terakhir, anda juga pastinya menyadari bahwa artikel ini ditulis manusia. Tidak absolut benar. Bisa dijadikan pedoman, tetapi yang lebih penting adalah menjadi diri sendiri dan menemukan pola anda.
Semua contoh tersebut tidaklah sempurna, tapi setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana menulis esai.
4. Killer Tips
Tahukah anda, ketika draft-nya selesai, tulisan di blog ini tidak langsung saya publish? Draft saya simpan, lalu saya tutup dan melupakannya dalam waktu tertentu; biasanya sehari. Kemudian saya balik lagi, melakukan revisi dan penulisan ulang. Saya baru publish ketika saya rasa sudah layak. Begitu kira-kira proses kreatif saya dalam menulis, mungkin juga teman-teman lain yang hobby menulis.
Dalam kasus esai ini, saya sangat sarankan jangan langsung submit setelah anda selesai menulisnya. Tinggalkan beberapa saat, sebaiknya beberapa hari. Lupakan. Pikirkan kegiatan anda yang lain.
Kenapa? Pada saat pertama kita menulis, faktor emosional kita akan berusaha meyakinkan bahwa tulisan tersebut bagus. Merevisi langsung, hanya akan membuatnya semakin berantakan.
Dengan melupakannya, kita akan kembali melihat tulisan tersebut dengan pikiran yang lebih jernih. Sederhananya, kita akan bisa membacanya seolah-olah sebagai orang lain. Pada tahap inilah sebaiknya revisi dilakukan.
Setelah beberapa hari, dan anda sudah benar-benar yakin esai-nya bagus, baru kemudian dikirim ke LPDP. Lengkapi berkas yang lain. Setelah itu tinggal berdo'a. Karena semua usaha sudah dilakukan.
Sedikit berbagi, saya mendapatkan beasiswa LPDP bukan pada lamaran pertama. Pada lamaran kesekian hingga kemudian dipanggil wawancara, esai adalah bagian yang saya perbaiki dalam aplikasi saya. Rejeki takkan lari kemana, asal kita terus berjuang.
Terakhir, anda juga pastinya menyadari bahwa artikel ini ditulis manusia. Tidak absolut benar. Bisa dijadikan pedoman, tetapi yang lebih penting adalah menjadi diri sendiri dan menemukan pola anda.
* Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan sebelumnya pernah dimuat di blog pribadi Tikus.net.. Heru Handika adalah penerima beasiswa LPDP tahun 2014. Saat ini aktif sebagai mahasiswa Master of Science (Zoology) di University of Melbourne, Australia, juga aktif melakukan penelitian di Museum Victoria, Melbourne, Australia
Dikutip dari : http://www.australiaplus.com/indonesian/2016-01-11/bagaimana-menulis-esai-untuk-mendapatkan-beasiswa-lpdp/1534430
Langganan:
Postingan (Atom)





