Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2016

Interaksi Sosial dan Stratifikasi Sosial


Menurut H.Booner dalam buku social psychology
Interaksi sosial adalah hubungan antar dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.
Menurut Pitirim A. Sorokin
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). 

Keterangan Lebih lengkap dapat download pada link berikut : Pertemuan 05 PLSBT



Senin, 03 Oktober 2016

Gaya Belajar


Gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi.
(DePotter dan Hernachi, 2003).
Jenis Gaya Belajar :
  1) Visual : Optimal menyerap Informasi yang    dibaca/dilihatnya
     2) Auditori : Optimal menyerap informasi melalui apa yang didengarnya
    3) Kinestetik : Optimal menyerap informasi apabila informasi tersebut dicontohkan/dilakukan



Keterangan lebih lengkap download link berikut : Pertemuan 04 TB

Motivasi Belajar

Motivasi belajar menurut KBBI adalah dorongan untuk melakukan suatu tindakan/ arah belajar untuk mencapai tujuan tertentu.
Ciri-ciri motivasi belajar :
Menurut Brow (dalam Syahwani, 1997) :
a.Tertarik pada guru
b.Tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan
c. Antusiasme tinggi
d. Ingin selalu bergabung dalam kelompok
e. Ingin identitas diri diakui orang lain
f. Tindakan dan kebiasaan moralnya selalu dalam
      kontrol diri
g. Selalu mengingat pelajaran dan selalu mempelajari kembali di rumah
h. Selalu terkontrol oleh lingkungan

Menurut Sardiman (2008:83) :
a.Tekun menghadapi tugas
b.Ulet menghadapi kesulitan
c.Menunjukkan minat terhadap berbagai macam permasalahan
d.Lebih senang bekerja mandiri
e.Dapat mempertahankan pendapatnya kalau
   sudah yakin terhadap sesuatu
a.Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
b.Senang mencari dan memecahkan masalah


Keterangan lebih lengkap dapat download pada link berikut : Pertemuan 03 TB

Kamis, 29 September 2016

Jenis-Jenis Belajar dan Proses Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku baik itu dari segi kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Terdapat beberapa jenis belajar, diantaranya adalah 
1. Belajar Abstrak
2. Belajar Keterampilan
3. Belajar Sosial
4. Belajar Pemecahan Masalah
5. Belajar Rasional
6. Belajar Kebiasaan
7. Belajar Apresiasi
8. Belajar Pengetahuan

Proses Belajar terdiri atas 3 fase yaitu : 1. Fase Informasi
                                                           2. Fase Transformasi
                                                           3. Fase Evaluasi  



Keterangan lebih lengkap silakan download pada link berikut : Pertemuan 2 TB
Silakan Kunjungi dan Like FB Taura Store dan Mirah Online Shop


Selasa, 27 September 2016

Belajar dan Pembelajaran

Apa itu Belajar?

Menurut Gagne (1984), Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme/individu berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Sedangkan menurut Arthur (Sagala, 2005) menyatakan bahwa belajar adalah " modification of behavour through experience and training" yaitu perubahan atau membawa akibat perubahan tingkah laku dalam pendidikan karena pengalaman dan latihan.

Ciri-ciri belajar :

Dari Segi Proses
1. Adanya aktivitas (fisik, mental, emosional)
2. Melibatkan unsur lingkungan
3. Bertujuan ke arah terjadinya perubahan tingkah laku

Dari Segi Hasil 
1. Bersifat relatif tetap
2. Diperoleh melalui usaha

Apa itu Pembelajaran?
Menurut Dimyati dan Mudjiono (dalam Sagala,2005) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pada proses pembelajaran terjadi interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.


Apa perbedaan antara Pengajaran dan Pembelajaran?
Silakan lihat pada tabel di bawah ini :
Perbedaan Pengajaran dan Pembelajaran

Keterangan lebih lengkap silakan download pada link berikut : Pertemuan 1 TB
Kunjungi dan Like Page FB Taura Store dan Mirah Online Shop









Rabu, 03 April 2013

Bab 13. Kompetensi Sosial berdasarkan Kompetensi Guru Nasional

Disusun Oleh 

Dr. Nancy Susianna

     Mira Rosalina S.Pd, M.T.
     Alfi Syukrina Amir, M.Pd.
     Amiq Fikriyati, M.Pd.
     Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA) 

A. Kompetensi Dasar

Memahami kompetensi sosial guru  berdasarkan kompetensi guru nasional.

B. Indikator

Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan konsep dasar ilmu pendidikan diharapkan:
1.     Dapat menjelaskan  pengertian kompetensi sosial guru melalui  penjelasan dosen.
2.       Dapat menjelaskan 5 kemampuan kompetensi sosial  guru melalui  penjelasan dosen.

C.Materi Kompetensi Sosial Berdasarkan Kompetensi Guru Nasional


Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) dan perilaku (afektif) yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).  

Kompetensi yang harus dimiliki guru menurut PP No 74 tahun 2008 meliputi :
a) Kompetensi pedagogik,
b) kompetensi kepribadian,
c) kompetensi profesional, dan
d) kompetensi sosial.
Kompetensi ini bukanlah suatu titik akhir dari suatu upaya pembelajaran melainkan suatu proses yang berkembang dan belajar sepanjang hayat (lifelong learning process).

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua atau wali peserta didik, dan masyarakat sekitar (Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d).

Kompetensi sosial apa yang harus dimiliki oleh guru?
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008,  guru sekurang-kurangnya harus memiliki kompetensi untuk
1. berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat ;
Bobbi DePorter dalam buku terkenalnya Quantum Taeching menyebutkan prinsip komunikasi ampuh yakni menimbulkan kesan, mengarahkan atau focus pada materi yang disampaikan, dan spesifik. Guru hendaknya kreatif mengoptimalkan kemampuan kinerja otak sebagai tempat menimbulkan kesan. Maka guru dituntut mampu menentukan kata-kata yang tepat  dalam memberi penjelasan pada siswa. Oleh karena itu, sebaiknya guru menyusun perkataan yang komunikatif serta santun untuk pembelajaran yang berkesan dan bermakna.
Jika seorang guru tidak mampu untuk berkomunikasi, maka materi yang harus disampaikan kepada murid akhirnya tidak jelas tersampaikan yang mengakibatkan murid kebingungan dan tidak mengerti dengan penjelasan guru.

2. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi;
Dalam perkembangan globalisasi yang semakin meningkat, kebutuhan untuk menguasai teknologi komunikasi dan informasi sangat dibutuhkan, ketika seorang guru tidak menguasainya, maka  dalam hal pembelajaran maupun cara komunikasi dengan siswa akan ketinggalan zaman, sekarang ini jaringan sosial untuk membangun komunikasi semakin luas misalnya dengan adanya  facebook, twitter, blog, e-mail, e-learning maupun fasilitas internet lainnya yang bisa dijadikan sarana untuk berkomunikasi  dan mencari ilmu pengetahuan selain di kelas. Berikut adalah manfaat adanya teknologi komunikasi dan informasi :
  • Memperluas kesempatan belajar
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kualitas belajar
  • Meningkatkan kualitas mengajar
  • Memfasilitasi pembentukan keterampilan
  • Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan
  • Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen
  • Mengurangi kesenjangan digital

3. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik;
Adanya saling menghormati dan menghargai baik itu dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik.
4. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dan memperhatikan aturan yang berlaku dalam masyarakat.
Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat misalnya melalui kegiatan olahraga, keagamaan, dan kepemudaan. Ketika guru tidak memiliki kemampuan pergaulan, maka pergaulannya akan menjadi kaku dan kurang bisa diterima oleh masyarakat. Untuk memiliki kemampuan pergaulan, hal-hal yang harus dimiliki  guru adalah
a.       pengetahuan tentang hubungan antar manusia,
b.      memiliki keterampilan membina kelompok,
c.       keterampilan bekerjasama dalam kelompok,
d.      menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok
5. menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan
Seorang guru hendaknya benar-benar mengajar dari hati, tanpa adanya keterpaksaan, sehingga membuat siswa lebih nyaman dengan guru tersebut, selain itu seorang guru selalu berusaha untuk saling terbuka, membangun persaudaraan dimana disini guru bukan hanya berperan sebagai seseorang yang mengajar di kelas, tapi juga dapat berperan sebagai orang tua, kakak, teman ataupun sahabat. Hal ini akan mempengaruhi karakter dari siswa yang guru tersebut ajarkan, sehingga mereka akan lebih mudah menerima dan mengikuti apa yang guru tersebut sampaikan.  Guru juga harus memupuk semangat kebersamaan dengan adanya diskusi kelompok sehingga terbentuk ikatan emosional dengan teman-temannya.

Bagaimana Usaha Meningkatkan Kompetensi Sosial Guru ?

1)      Mengembangkan kecerdasan sosial
Mengembangkan kecerdasan sosial merupakan suatu keharusan bagi guru.hal tersebut bertujuan agar hubungan guru dan siswa berjalan dengan baik. Berkaitan dengan pernyataan tersebut Gordon sebagaimana dikutip oleh Suwardi menuliskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru yaitu:
a)      baik guru maupun siswa memiliki keterbukaan, sehingga masing-masing pihak bebas bertindak dan saling menjaga kejujuran.
b)      baik guru maupun siswa memunculkan rasa saling menjaga, saling membutuhkan, dan saling berguna.
c)       baik guru maupun siswa merasa saling berguna
d)      baik guru maupun siswa menghargai perbedaan, sehingga berkembang keunikannya, kreativitasnya, dan individualisasinya
e)      baik guru maupun siswa merasa saling membutuhkan dalam pemenuhan kebutuhannya.

Dari hal-hal di atas jelas bahwa guru hendaknya mengupayakan pengembangan kecerdasan sosialnya. Karena kecerdasan sosial guru akan membantu memperlancar jalannya pembelajaran serta dapat menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar.
Mengembangkan kecerdasan sosial dalam proses pembelajaran antara lain dengan mengadakan diskusi dan melakukan kunjungan langsung ke masyarakat. Dengan demikian akan tertanam rasa peduli terhadap kepribadian siswa. Selain itu siswa juga akan dapat memecahkan masalah, khususnya yang berkenaan dengan hal-hal yang mengganggu belajar dengan dirinya sendiri.

2)      Mengikuti pelatihan berkaitan dengan kompetensi sosial guru
Untuk mengembangkan kompetensi sosial guru hendaknya mengikuti pelatihan-pelatihan berkaitan dengan kompetensi sosial. Namun sebelum itu juga perlu diketahui tentang target atau dimensi-dimensi kompetensi ini yaitu; kerja tim, melihat peluang, peran dalam kegiatan kelompok, tanggung jawab sebagai warga, kepemimpinan, relawan sosial, kedewasaan dalam berelasi, berbagi, berempati, kepedulian kepada sesama, toleransi, solusi konflik, menerima perbedaan, kerjasama, dan komunikasi.

3)      Beradaptasi di tempat bertugas
a)      Guru dapat bekerja secara optimal di tempat tugas.
b)      Guru betah bekerja di tempat tugas.
c)      Guru menunjukkan kesehatan kerja  di tempat tugas

Berikut adalah 10 Cara untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial menurut  Kathy Paterson

1.       Sadari komunikasi non-verbal Anda. Peserta didik Anda akan lebih mudah melihat ketidakselarasan antara gerak mata, mimik wajah , dan ucapan Anda.
2.       Pastikan Anda menyebut nama siswa atau rekan kerja Anda yang sedang berbicara pada Anda.
3.       Beri contoh seperti apa emosi negative itu. Dan ajarkan keterampilan mengatasi emosi dan yang membuat mereka stress.
4.       Reinforcement perilaku positif mereka secara konsisten.
5.       Berilah pertanyaan bersifat terbuka mengenai status emosi siswa  dan dengarkan baik-baik penuh empati.
6.       Tampillah dengan senyum, rileks, terbuka dan siap diajak bicara. Serta berikan sambutan yang tulus kepada siswa dengan penuh hangat dan hormat.
7.       Bila muncul ketegangan (Konflik), batasi dan nyatakan apa yang Anda percayai dan apa yang Anda dengar. Orientasi kebenaran bukan pada kesalahan-pahaman.
8.       Ungkap apa yang ada dalam pikiran Anda atau pendapat Anda secara sopan tanpa menunjukkan sifat arogansi atau sifat egois.
9.       Akuilah apa yang menjadi kesalahan Anda mengambil keputusan dan hindarilah menyalahkan orang lain.
10.   Deskripsikan semua prilaku dengan cara yang positif.

D. Tugas

1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan kompetensi sosial ?
2.       Menurut anda kompetensi sosial apa saja yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan PP No 74 tahun 2008 ? Berikan alasan!
3.       Bagaimana cara-cara untuk meningkatkan kompetensi sosial guru ?
  

E. Referensi

UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008
Barnawi & Arifin, M. 2012. Etika dan Profesi Kependidikan. Yogyakarta:  Ar-Ruzz Media
Mulyasa, E. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.

BAB 12. Kompetensi Profesional berdasarkan Kompetensi Guru Nasional

Disusun Oleh 

Dr. Nancy Susianna

     Mira Rosalina S.Pd, M.T.
     Alfi Syukrina Amir, M.Pd.
     Amiq Fikriyati, M.Pd.
     Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA)                                                                                                                               

A. Kompetensi Dasar

Memahami kompetensi profesional guru berdasarkan kompetensi guru nasional.

B. Indikator

Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan kompetensi profesional berdasarkan kompetensi guru nasional diharapkan:
a.      Dapat menjelaskan pengertian kompetensi profesional melalui penjelasan dosen.
b.      Dapat menjelaskan ruang lingkup kompetensi profesional melalui penjelasan dosen.
c.       Dapat menjelaskan standar kompetensi profesional guru melalui kegiatan diskusi.

C. Materi Kompetensi Profesional berdasarkan Kompetensi Guru Nasional


Kompetensi Profesional adalah kemampuan yang harus dimiliki guru da­lam hal perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Menurut Glickman guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Guru mempunyai tu­gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem­belajaran. Oleh karena itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran dengan baik.

Kompetensi Profesional guru berdasarkan Kompetensi Guru Nasional (Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007):
1.    Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

Beberapa materi, struktur, konsep yang mendukung mata pelajaran yang diampu :
1.      Kompetensi Guru mata pelajaran Fisika pada SMA/MA, SMK/MAK*
    Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori fisika serta    penerapannya secara fleksibel.
    Memahami proses berpikir fisika dalam mempelajari proses dan gejala alam.
    Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam.
    Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu Fisika dan ilmu-ilmu lain yang terkait.
    Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum fisika.
     Menerapkan konsep, hukum, dan teori fisika untuk menjelaskan fenomena biologi, dan kimia.

2.      Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK*
    Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya.
 Merakit, menginstalasi, men-setup, memelihara dan melacak serta memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal.
    Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek.
    Mengolah kata (word processing) dengan komputer personal.
    Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer personal.
     Mengelola pangkalan data (data base) dengan komputer personal atau komputer server.

3.    Kompetensi Guru mata pelajaran Matematika pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK*
 Menggunakan bilangan, hubungan di antara bilangan, berbagai sistem bilangan dan teori bilangan.
    Menggunakan pengukuran dan penaksiran.
    Menggunakan logika matematika.
    Menggunakan konsep-konsep geometri.
    Menggunakan konsep-konsep statistika dan peluang.
    Menggunakan pola dan fungsi.
    Menggunakan konsep-konsep aljabar.


2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.
a. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu
b. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu
c. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu

Standar Kompetensi (SK), merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
Kompetensi Dasar (KD), merupakan penjabaran SK yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik. Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

Dalam kurikulum, kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dideskripsikan secara terbuka, sehingga dijadikan standar dalam pencapaian tujuan kurikulum. Baik guru maupun siswa perlu memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan dalam merencanakan strategi dan indikator keberhasilan. Kurikulum berdasarkan kompetensi bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman kecakapan, nilai, sikap dan minat siswa agar mereka dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran disertai tanggung jawab. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam kompetensi ini bukanlah hanya sekedar pemahaman tentang materi pelajaran, akan tetapi bagaimana pemahaman dan penguasaan materi itu dapat mempengaruhi cara bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator merupakan penjelasan dari kompetensi dasar yang menunjukkan tanda-tanda perbuatan dan respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. Indikator juga dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan alat penilaian. Guru harus menguasai ketiga hal tersebut; standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari mata pelajaran yang diampu agar dapat menyampaikan materi pelajaran dengan baik dan dapat diterima oleh siswa.


3.    Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif
a.      Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
b.      Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Dalam melaksakan proses pembelajaran, guru harus menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar.

Materi pelajaran yang dikembangkan guru juga harus sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Selain itu, di dalam pembelajaran guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaraan. Misalnya bagaimana menerapkan (menghubungkan pengetahuan yang lama dengan yang baru), perhatian, kerja kelompok, korelasi (hubungan timbal balik) dan prinsip-prinsip lainnya.

Berikut terdapat beberapa keterampilan dasar mengajar guru profesional :


1.      Keterampilan bertanya,
2.      Keterampilan memberikan penguatan,
3.      Keterampilan mengadakan variasi,
4.      Keterampilan menjelaskan,
5.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,
7.      Keterampilan mengelola kelas,
8.      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

4.    Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
a.      Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus
b.      Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.
c.       Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.
d.      Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

Suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif pada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Konteks ini pada dasarnya bergantung pada guru sebagai elemen penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya sebagai penerima pembaharuan pendidikan, namun ikut bertanggungjawab dan berperan aktif dalam melakukan pembaharuan pendidikan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Mengembangkan keprofesionalan guru dapat dilakukan dengan melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.


Untuk mendukung refleksi dibutuhkan proses berfikir yang lebih tinggi, apalagi dalam proses pemecahan suatu permasalahan. Proses berfikir yang lebih tinggi membutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang dibangun dari pengolahan informasi tentang permasalahan yang ada. Pengetahuan yang diambil itu harus bedasarkan pada kerangka berfikir ilmiah, sehingga pengambilan keputusan/tindakan dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab. Refleksi yang didasarkan dari proses berfikir yang lebih tinggi tidak akan bermanfaat bila hanya berhenti pada taraf ide. Tindakan yang didasarkan pada refleksi berfikir harus mengasilkan rencana pelaksanaan yang nyata, selain itu perlu  juga merencanakan proses evaluasinya, sehingga akan terjadi proses refleksi yang berkelanjutan.

Salah satu faktor yang diperlukan dalam berefleksi adalah kreatifitas guru. Kreatifitas menjadikan proses berefleksi menjadi lebih hidup, lebih bermakna dan berdaya guna. Proses kreatifitas selalu mencari sesuatu yang “lebih” dan menghindarkan guru dari keadaan stagnan  sehingga diharapkan mutu pembelajaran di dalam kelas akan menjadi lebih baik dan dinamis. Guru yang selalu berefleksi terhadap permasalahan yang terjadi didalam kelas akan dengan sendirinya meningkatkan kompetensinya. 

5.      Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri


a.      Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi
b.      Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

Untuk menjadi guru yang profesional maka dituntut sejumlah kemampuan yang bukan hanya menguasai proses belajar mengajar tetapi juga menguasai IPTEK. Guru dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih mudah dan efisien. Guru dapat membuat media pembelajaran yang bervariasi untuk menarik motivasi siswa dalam belajar.

Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip –prinsip berikut :
1.      memiliki bakat dan minat
2.      panggilan jiwa dan idealisme
3.   memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.
4.      memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
5.  memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, memperoleh penghasilan sesuai prestasi kerja.
6.      memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

D. Tugas

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan kompetensi profesional?
2.      Bagaimana hubungan kompetensi profesional dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi 
         kepribadian?
3.      Bagaimana peran kompetensi profesional tehadap pembelajaran di kelas?
4.      Sebutkan dan jelaskan salah satu standar kompetensi profesional yang kamu ketahui?

E. Referensi:

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 .
-------. 2012. Penilaian Kompetensi Profesional Penguasaan Materi, Struktur, dan Konsep. [Online : 4 Desember 2012. ].  http://www.tuanguru.com/2012/10/penilaian-kompetensi-profesional-penguasaan-materi-struktur-konsep.html

Navel. 2012. PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Suatu Reflektif dalam Perbaikan Kualitas Pembelajaran). [Online : 4 Desember 2012. ].  http://navelmangelep.wordpress.com/2012/03/19/penelitian-tindakan-kelas-suatu-reflektif-dalam-perbaikan-kualitas-pembelajaran/.

-------. 2012. Keterampilan Dasar Mengajar Guru. [Online : 4 Desember 2012. ].