Tampilkan postingan dengan label Zona Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Muslimah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Cara agar Rezeki suami mengalir dengan lancar

Berikut amalan-amalan yang bisa dikerjakan istri untuk menambah barokah rezeki yang didapat suami agar rezeki keluarga berlimpah di ambil dari The Vocket : 

1. Berikanlah Beberapa Nafkah dari Suami untuk Orang-tua dan Mertua 
Sekecil apapun atau sedikit apapun, sisihkan sebagian nafkah dari suami untuk orang-tua dan mertua. Walau hanya dengan membelikan beras atau kebutuhan pokok yang lain, sadari bahwa segi ini dapat menambah keberkahan rezeki yg didapat.
Tutup telinga rapat-rapat dan jangan sampai hiraukan jika terima cibiran atau dibanding-bandingkan dengan jumlah yang didapat dari menantu lain yang semakin besar, jangan pernah jadikan hal sejenis itu menyebabkan rusaknya tekad baik yang kita memiliki.
Jauhi juga berpikiran seperti ini, “Jangankan untuk orang-tua, buat keluarga sendiri saja selalu kurang! ” atau “Orangtua dan mertua saya telah mapan! ”
Kemungkinan ada yang pikirkan demikian, tetapi percayalah bila menafkahkan sebagian rezeki buat keluarga dekat, tidak hanya akan menambah barokah untuk kita tetapi dapat mempererat bersilahturahmi. 

2. Selalu Mengingatkan Suami untuk Memberi Nafkah Keluarga dengan Rezeki Halal 
Kewajiban istri yang lain yakni selalu mendoakan dan mengatkan suami untuk selalu menafkahi istri dan anaknya dengan rezeki yang halal.
Elemen ini demikian mutlak mengingat beberapa istri yang merongrong suami karenanya ada banyak tuntutan dan bikin suami meniti jalan tidak baik dalam mencari nafkah. 

3. Merubah Style Hidup Boros 
Masak sendiri dirumah akan lebih menghemat biaya daripada makan diluar atau beli makanan dari luar. Karena itu istri perlu belajar memakasak untuk mengubah gaya hidup yang boros.
Lakukan perawatan tubuh di salon akan menambah pengeluaran. Apabila hal sejenis ini bisa ditangani dirumah, hingga bisa menghemat pengeluaran, mengapa tidak?
Bawakan bekal untuk suami supaya tidak perlu makan siang di luar kantor, juga untuk anak supaya tidak jajan sembarangan.
Jalan-jalan ke mal setiap minggu dapat diganti dengan ke tempat lain yang lebih hemat dan tidak mengeluarkan banyak biaya, seperti ke taman, alun-alun kota dan obyek wisata gratis yang lain.
Mudah-mudahan ikhtiar berhemat dan mengubah gaya hidup ini bisa menambah keberkahan rezeki keluarga. 

4. Lakukan Beribadah Bersama 
Melaksanakan ibadah dan ketakwaan yang kita lakukan sangat erat hubungan dengan keberkahan rezeki keluarga.
Selain lakukan shalat berjamaah setiap harinya, coba rencanakan demikian banyak beribadah yang bisa dikerjakan bersamaan dengan keluarga.
Mulai dari puasa sunnah Senin dan Kamis, salat tengah malam, membaca Al Quran dan yang lain. 

5. Jauhi Pertikaian dalam Rumah Tangga 
Pertikaian hanya akan menyulut kebencian dan menyingkirkan keberkahan rumah tangga.
Juga sebagai istri butuh jadi air pendingin bila suami dalam kondisi stres, tidaklah jadi menyulut pertikaian yang makin besar. 

Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar bikin pendapatan suami lebih barokah, melimpah dan mengalir deras.

Rabu, 03 April 2013

Siapa Ya Jodohku ?

dakwatuna.com – Siapa Ya Jodohku? 

Ada yang resah, bilangan tahun makin bertambah pada usia. Namun tak juga sampai pada masa untuk memesan undangan walimah, lalu menyebarkannya pada sahabat, tetangga dan saudara dengan suka cita.
Ada yang mulai gelisah, saat teman-teman seangkatan, bahkan adik kelas mulai berfoto dengan anak-anaknya, sudah dua, tiga bahkan berlima, dengan senyum yang bahagia. Lalu hati pun bertanya, kapan giliran saya?
Ada yang mulai meragukan kesabarannya sendiri untuk bertahan. Lalu perlahan-lahan mengubah penampilan, melobi karakter kebaikan yang dulu disyaratkan untuk calon pendamping. Ada yang mulai melunak, tak lagi memilih-milih karakter keimanan dan kebaikan yang dulu disyaratkan sebagai calon qawwamnya dalam rumah tangga. Akhirnya berakhir pada ucapan, “wis sopo wae lah sing tekko” (sudah, siapa saja lah yang datang).ada yang mulai ragu bahwa dengan tetap menjaga keimanan dan kesabarannya, ia akan mendapatkan jodoh yang layak di mata Allah.
Ada ratusan kali, mungkin ribuan bahkan jutaan kali berdoa agar didekatkan jodoh yang baik dan tepat untuk nya, namun tak kunjung dikabulkan oleh Allah. Lalu akhirnya marah, perlahan meragukan Maha Rahmannya Allah. Akhirnya tak lagi khusyuk meminta, bahkan berhenti berharap dan berdoa.
Ada yang akhirnya menyambut siapa saja dengan tangan terbuka, setiap sms yang membuat hatinya berbunga, mengiyakan tawaran makan malam, dan jalan-jalan yang datang padanya. Menjajaki setiap orang yang dirasa ‘potensial’ menjadi pendamping hidupnya. Terus menjalani ‘petualangan cinta’ sampai ketemu yang paling cocok dan berani melamarnya. “Siapa tahu jodoh”, begitu kata hatinya. Keyakinannya menjadikan dia seperti pembeli sepatu, berganti-ganti sampai model, harga dan ukurannya pas di kaki.

Jodohku: Luar biasa hingga kita bertemu
Orang yang akhirnya menjadi suami istri, suatu saat akan menyadari betapa luar biasanya ‘garis hidup’ yang dibuat Allah hingga mempertemukan mereka berdua. Sampai pada saya beberapa kisah, yang membuat saya akhirnya berkata “Subhanallah, Maha Suci Allah”. Baru menyadari makna kata “wa min aayaatihii” pada Ar-Rum 21: ayat yang banyak dinukil pada kartu undangan walimah. Mari kita renungkan lagi “Dan di antara tanda-tanda kekuasanNya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir)
Jodoh dan berjodoh, adalah bagian dari Keputusan Allah, penetapan Allah atas manusia. Urusan jodoh dan berjodoh, bukan sebuah urusan kecil dan main-main, karena Allah tak pernah main-main dalam menciptakan manusia, menentukan rezeki, dan perjalanan hidup hingga matinya manusia. Allah tak sedang ‘mengocok lotre’ dan mengundi seperti arisan ketika menentukan jodoh seseorang. Maka jika kita memiliki harapan tentang calon pendamping hidup kita, menginginkan agar kita segera dipertemukan dengan jodoh kita, maka mintalah pada Allah! Bicaralah pada Allah! Mendekatlah pada Allah! Bulatkan, kuatkan, kencangkan keyakinan kita pada Allah. Apa yang tidak mungkin bagi kita, adalah sangat mudah bagi Allah.


Sampai pada saya beberapa kisah nyata tentang teman, kerabat dan beberapa kenalan:
1. Saya memanggilnya bu Aisy, guru TK saya. Memakai busana muslimah ke mana saja sejak masih muda. Selalu tersenyum ramah dan mengingat nama kami, muridnya. Lama tak bertemu, bahkan sampai saya kuliah, beliau juga belum menikah. Baru ketika saya hampir lulus kuliah, ibu yang pernah menjadi teman sepengajiannya itu akhirnya mengabarkan berita walimah bu Aisy. Mungkin usianya ketika menikah itu sudah lebih 50 tahun, masih ‘gadis’ insya Allah. Seorang ustadz dari sebuah organisasi keislaman terkemuka, melamarnya. Duda dengan anak-anak dan cucu yang shalih-shalihah insya Allah.  Ketika lebaran tiba, saya melihat ruang tamunya bertambah ramai: ikhwan-akhwat beserta cucu-cucu yang lucu kini meramaikan rumahnya, membuat pelangi di hatinya. Puluhan tahun kesabaran yang berbuah indah.
2. Ini cerita teman dari teman sekamar saya. Tetangganya menikah, ramai tamu menghadiri undangannya. Mereka berdua baru saja melaksanakan ijab-kabul, langsung duduk berdua di pelaminan menyalami tamu undangan. Belum sempat masuk kamar untuk berdua menikmati kehalalan suami istri. Tiba-tiba sang mempelai lelaki berkata pada istrinya:”dadaku sakit dek”, lalu sang istri memapahnya duduk di kursi pelaminan. Beberapa menit kemudian, mempelai lelaki itu meninggal di kursi pelaminannya. Masih memakai baju pengantinnya.
3. Menonton sebuah program bincang-bincang keislaman di sebuah televisi swasta, dihadirkan sepasang suami istri yang perbedaan usia keduanya 20 tahun lebih. Otak saya masih loading, memastikan beberapa fakta: ketika sang lelaki berumur dua puluh tahun lebih (sekiranya ia sekolah terus, maka kira-kira sudah lulus kuliah): ketika itu ‘jodohnya’ baru lahir ke dunia. Ya lahir sebagai seorang bayi, lalu baru dua puluh tahun kemudian mereka menikah.
4. Ini cerita dari adik kelas saya, bapak-ibunya berasal dari desa yang berbeda di sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Tapi mereka berdua memutuskan menikah, justru ketika kedua keduanya dipertemukan Allah saat merantau untuk bekerja di Kalimantan. Jodoh yang ternyata dekat, tapi Allah (mungkin) menginginkan mereka melakukan perjalanan ribuan kilometer jauhnya, hingga sampai pada koordinat tempat mereka bertemu, dan waktu yang tepat untuk menikah. Ada pula yang bapaknya lahir dan besar di Kalimantan, Ibunya lahir dan besar di Sumatra, tapi dipertemukan dan memutuskan menikah saat masing-masing tinggal sementara waktu di Pulau Jawa. Ya, masing-masing menempuh jalan panjang, mengambil banyak keputusan penting sampai akhirnya memutuskan untuk menikah. Ya keputusan penting itu bisa berupa; mau sekolah di mana, diterima kuliah di jurusan apa, di kota mana, bekerja di mana, pindah bekerja di mana, berteman dengan siapa dan seterusnya.
5. kita mungkin juga pernah tahu lewat media massa, ada seorang artis dengan tubuh (maaf) ‘kerdil’, akhirnya menikah dengan perempuan bertubuh normal, cantik dan akhirnya mereka menikah dan punya anak. Kita juga mungkin kadang terheran-heran, dengan ‘rumus jodoh’ ketika bertemu dengan seorang yang sangat cantik dan memiliki suami yang ‘sangat biasa saja’, atau sebaliknya dalam pandangan kita.
Jika ditambahkan akan semakin panjang daftar kisahnya. Dengan berbagai nama, waktu, tempat dan lakon yang berbeda-beda. Tapi setidaknya dari berbagai kisah yang dekat, dan terjadi di sekitar kita bisa berpikir, merenungkan dan mengambil kesimpulan-kesimpulan.

Kesimpulan-kesimpulan yang sebenarnya (semua orang) Tahu!
Justru karena kita tidak tahu siapa jodoh kita, kapan bertemunya, bagaimana akhir kisahnya di dunia dan akhirat: maka hidup kita menjadi lebih indah, berwarna dan bermakna. Karena kita akan menjalani kemanusiaan kita dengan tetap menjadi hamba Allah. Menikmati indahnya berjuang, menikmati kesungguh-sungguhan ikhtiar, menikmati indahnya meminta pada Allah, menikmati indahnya memohon pertolongan pada Allah, menikmati indahnya bersabar, menikmati ‘kejutan’-kejutan yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita

Kita tidak bisa mengajukan proposal pada Allah. Kita tidak bisa memaksa Allah: pokoknya dia ya Allah, maunya kau dia yang jadi jodohku ya Allah. Kita tidak bisa menguasai dalamnya hati manusia, kita tak bisa membatasi akal pikiran manusia. Ya karena kita tidak berkuasa atas kehidupan dan kematian manusia, atas berbolak-baliknya hati manusia: karena itu kita tak boleh melabuhkan cinta terbesar kita pada manusia. Kita labuhkan saja cinta terbesar kita pada Allah, yang dengan kecintaan itu lalu Allah melabuhkan cinta manusia yang bertaqwa dalam hati kita. Sehingga taqwa itu yang membuat kita berjodoh dengan orang yang bisa menumbuhsuburkan cinta kita pada Allah. Karena taqwa yang dirajut selama pernikahan yang barakah itu, mudah-mudahan kita berjodoh hingga ke surga. Bukankah ini lebih indah?

Sungguh jodoh tidak berjalan linier di atas garis kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedekatan geografis. “Rumus jodoh’ bukan ditentukan oleh hukum kepantasan manusia. Karena manusia hanya tahu permukaannya, berpikir dalam kesempitan ilmunya, memutuskan dalam pengaruh hawa nafsunya. ‘Rumus jodoh’ semata-mata kepunyaan Allah. Karena itu, sebagai hamba kita hanya mampu menerima keputusan Allah. Menyiapkan diri untuk menerima apapun keputusan Allah. Menyiapkan seluas-luas kesabaran, keikhlasan, sebesar-besar keimanan untuk menerima ‘jatah jodoh’ yang berupa pendamping hidup, rezeki, dan lainnya.

Ya, menunggulah dalam kesibukan memperbaiki diri. Menunggulah dalam kesibukan beramal shalih, persubur silaturahim dan mendoakan saudara seiman. Kita tidak bisa mempersiapkan orang yang akan menjadi jodoh kita. Kita tidak punya kendali untuk mengatur orang yang ‘akan jadi jodoh kita’. Kita hanya bisa mempersiapkan diri kita. Membekali diri dengan segala kemampuan, keterampilan, sikap hati untuk menjalankan peran-peran dalam pernikahan. Ketika saat itu tiba, ijab qabul sah, seketika itu seperangkat peran diserahkan di pundak kita. Allah menyaksikan! Seketika itu kita akan menjadi istri/suami, menantu, ipar, anggota masyarakat baru. Dan seketika itu pula, tak cukup lagi waktu mempersiapkan diri. Ya, pernikahan bukan awal, jadi jangan berpikir untuk baru belajar, baru berubah setelah menikah.

Hidup itu adalah seni menerima, bukan semata-mata pasrah. Tapi penerimaan yang membuat kita tetap berjuang untuk mendapatkan ridha Allah. Karena apapun yang kita terima dari Allah, semuanya adalah pemberian, harta adalah pemberian, pendamping hidup adalah pemberian, ilmu, anak-anak, kasih sayang, cinta dan semua yang kita miliki hakikatnya adalah pemberian Allah. Semuanya adalah ujian yang mengantarkan kita pada perjuangan mendapatkan keridhaan Allah. Menerima dan bersyukur adalah kunci bahagia, bukan berburuk sangka dan berandai-andai atas apa yang belum diberikan Allah.
Dan apa saja yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal, tidakkah kamu mengerti” (QS. al-Qashash: 60)

Menikah bukan akhir, bukan awal, ia setengah perjuangan. Pernikahan berarti peran baru, tanggungjawab baru, tantangan baru: bagian dari daftar yang akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban dari kita di yaumil akhir.

Tentang berjodoh itu, adalah tentang waktu, tentang tempat, tentang masa. Dan yang kita sebutkan tadi semua ada dalam genggaman Allah. Bukankah dalam surat al-ashr Allah bersumpah dengan waktu. “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Ya, agar tak bosan, resah dan merugi saat menanti saat walimah tiba, sibuklah memperbaiki iman, amal dan tetap setia dalam kebenaran dan kesabaran.

Menikah dan mendapat pendamping hidup itu tidak pasti, ada banyak orang yang meninggal ketika masih bayi atau remaja. Tapi Mati itu sebuah kepastian. Orang yang menikah pun juga akan mati. Jangan terlalu galau, ada perkara yang lebih besar dari sekedar status menikah atau tidak menikah. Hidup itu bukan semata-mata perjuangan mendapatkan pendamping hidup. Karena yang telah menikah pun, harus terus berjuang agar mereka diberikan rahmat oleh Allah untuk tetap ‘berjodoh’ hingga ke surga, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat berikut ini :

“(Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du 23-24).


Sabtu, 23 Maret 2013

Tips Mengembangkan Karir

Prinsip yang harus dibangun adalah apapun pekerjaan kita, asal halal dan tidak bertentangan dengan kodrat kita sebagai wanita, maka cintailah pekerjaan kita, berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencintai pekerjaan kita

Yuk kita liat apa aja sih :)

1. Fokus pada bagaimana kita bekerja bukan pada apa yang kita kerjakan
Banyak orang berasumsi bahwa kepuasan bekerja dapat diperoleh ketika berada di lingkungan kerja yang tepat. Hal ini tidak selalu benar. Meskipun kita tidak berada di tempat yang diimpikan bukan berarti kita tidak bisa mencintai pekerjaan tersebut

2. Sesuaikan kemampuan dengan tujuan perusahaan
Identifikasi kelebihan kita dan cari tahu apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini dan masa datang. Cari tahu pula apa peran yang bisa kita mainkan untuk mencapai tujuan perusahaan. penyesuaian antara kemampuan kita dengan tujuan perusahaan akan menjadi kombinasi yang sempurna, juga akan memunculkan atmosfir kompetisi yang sehat di tempat kita bekerja

3. Ingat, uang bukan segalanya
Penghasilan hanyalah satu dari sekian alasan kita bekerja, Ingatlah bahwa pengalaman dan pengembangan diri yang akan kita dapatkan lebih berharga.

4. Sadari kekurangan, benahi diri
Tak ada orang yang sempurna di dunia ini. Maka kita harus berusaha mencari kekurangan diri dan berusaha mencari pemecahannya. Kalau perlu melibatkan orang lain yang kita anggap kompeten. Dengan cara ini kita akan lebih mudah mengembangkan diri.

5. Yakinilah bahwa pekerjaan kita berharga
Kalau kita tidak dapat menemukan hal yang menarik dari pekerjaan, cari tau alasannya. Mungkin bukan pekerjaan baru yang kita butuhkan tapi bagaimana mengubah pola pandang kita terhadap pekerjaan tersebut. Tantang diri untuk menciptakan kondisi yang menarik dari kondisi yang kita rasakan tidak menyenangkan

6. Ikutilah pelatihan
Pada umumnya perusahaan mempunyai anggaran untuk pengembangan diri para karyawannya. Seperti kursus komputer, pelatihan kepemimpinan dan organisasi, pelatihan manajemen, team building, dan lain-lain. Mengikuti pelatihan yang terkait dengan pekerjaan kita bisa jadi mengubah cara pandang kita terhadap pekerjaan. Siapa tau dari sana menemukan hal-hal menarik

7. Syukurilah
Syukurilah apapun yang kita miliki saat ini, rasa syukur akan membuat kita mulai belajar mencintai apa yang kita miliki, salah satunya adalah pekerjaan kita


Semangat semuanya, semoga bermanfaat :)

Referensi : Agenda Muslimah


Tips Make Up Untuk Party

Tips Look Make Up Party 

Menjadi cantik adalah keinginan setiap wanita, tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh sebagian wanita untuk memaksimalkan penampilannya agar terlihat istimewa. 

Untuk itu dengan banyaknya ragam busana pesta/party yang tersedia, tidak lengkap rasanya jika tidak disempurnakan dengan pengetahuan cara bermake-up. Maka kali ini Kami bersama The Body Shop Indonesia ingin berbagi tentang tips make up party yang mudah untuk Anda aplikasikan dirumah.

Simak step by stepnya berikut ini, agar hasil make up lebih maksimal gunakan serian produk asli The Body Shop Indonesia

Step 1:

Base - Gunakan All In One Face Base pada wajah dengan menggunakan Sponge yang sudah dilembabkan untuk hasil yang lebih maksimal

Step 2:

Eye – Baurkan Shimmer Waves Bronze (warna coklat) pada bagian kelopak mata dan pertajam dengan warna coklat tua untuk member kesan dramatik pada sudut mata

Step 3:

Cheek - Untuk membentuk tulang pipi ambil bagian warna coklat dan bronze pada Shimmer Waves Bronze dan sapukan disepanjang tulang pipi dari arah belakang ke depan dan baurkan kebagian apple of cheek

Step 4

Lips - Ulaskan Colour Guide (vintage rose) dipadukan dengan Love Gloss (natural) agar tampilan warna bibir terlihat lebih lembut

Step 5:

Finishing - Baurkan campuran seluruh warna Shimmer Waves Bronze pada seluruh wajah untuk mendapatkan hasil tampilan yang merona

Done, kini Anda tidak perlu khawatir dengan penampilan, dan siaplah tampil luar biasa dalam acara istimewa Anda.
Selamat Mencoba !! ^_^