Tampilkan postingan dengan label Kimia Asyik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Asyik. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

Sifat Koligatif Larutan Bag. 2

B. Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

1. Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang menghantarkan listrik, meliputi asam, basa, dan garam.
Larutan elektrolit dibedakan menjadi dua, yaitu :

(1) Elektrolit 

Daya hantar sangat baik
Terionisasi sempurna
Derajat ionisasi  @ mendekati 1 [ @~ 1 ]

Contoh : Asam Kuat : HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO
                    Basa Kuat : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2
                Garam       : Hampir semua garam adalah elektrolit kuat


(2) Elektrolit Lemah 

Daya hantarnya sangat lemah
Terionisasi sebagian
Derajat ionisasi @ sangat kecil [0 <@<1]
Contoh : Asam Lemah  : CH3COOH, HCOOH, H3PO4, HCN, H2S, H2CO3 [mempunya Ka]
               Basa Lemah   :  NH3/ NH4OH, Al (OH)3 [mempunyai Kb]


2. Larutan Non Elektrolit

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak menghantarkan listrik. Karena tidak menghantarkan listrik maka tidak mengalami ionisasi.
Contoh   : urea CO(NH2)2, glukosa C6H12O6, sukrosa C12H22O11, alkohol C2H5OH, benzena C6H6, aseton CH3COCH3, eter CH3CH2OCH2CH3, dsb.

Seruuu !

Memecahkan soal melalui permainan game lihat disini: https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/komunitas/SiteAssets/Elektrolit.swf


Referensi : James. E. Brady. 1994. Kimia Universitas Asas & Struktur (Terjemahan).Jakarta.                                              Erlangga

Sifat Koligatif Larutan Bag. 1

Sebelum kita memulai masuk ke Sifat Koligatif Larutan, so..kita harus menguasai terlebih dahulu konsep dasarnya, apa aja yaaa diantara..yuk cekidot yaaa....^_^

A. Satuan Konsentrasi

1. Kemolalan (m)

Kemolalan menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 g) pelarut



   m = molalitas
   G = Gram zat terlarut
   P = Gram zat pelarut




2. Fraksi mol
Fraksi mol menunjukkan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol larutan

                               

  XA  = Fraksi mol zat terlarut
  XB  = Fraksi mol zat pelarut
  nA  = mol zat terlarut
  nB  = mol zat pelarut







3. Molaritas

Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 L larutan










4. Persen Berat

Persen Berat menyatakan berapa persenkah berat zat dari berat larutan, atau lebih sederhana menyatakan gram zat terdapat  dalam 100 gram larutan.





Contoh : NaOH 10% berat artinya pada setiap 100 gram larutan terdapat 10 gr NaOH dan 90 gr pelarut, secara sederhana dapat dituliskan : NaOH 10% berat = 10 gram NaOH + 90 gram pelarut

5. Pengenceran




















Referensi : James. E. Brady. 1994. Kimia Universitas Asas & Struktur (Terjemahan). Jakarta.                                Erlangga
                   Wawan Samsul Nugraha. 1994. Kimia SMU Kelas 3. Tasikmalaya. CV Teguh Karya

Senin, 24 November 2014

Membuat Tinta Rahasia

Jika suatu waktu ingin mengirimkan pesan rahasia, ambil saja air cuka, air jeruk atau getah bawang sebagai tinta rahasia. Mau tau gimana caranya????

1..Sediakan kertas putih
2. Berikan tulisan dengan menggunakan air cuka, air jeruk atau getah bawang
3. Untuk mengetahui isi dalam kertas tersebut, pegang kertas di atas nyala api lilin, maka tulisan kecoklatan akan terlihat.





Wow amazing...Kenapa bisa begitu ya??? ada yang tau kenapa?? 


Ternyata cuka atau asam asetat, air jeruk atau getah bawang menimbulkan perubahan kimiawi dalam kertas dan mengubahnya menjadi zat semacam selofan, karena suhu nyalanya lebih rendah daripada kertas biasa, maka tempat-tempat yang diberikan tulisan itu lebih cepat hangus.

Itu jawabannya , sampai jumpa di percobaan selanjutnya ya ^_^

Referensi : Hans Jurgen Press. 1999. Bergembira dengan sains. Bandung. PT. Titian Ilmu