Jenis-jenis skala pengukuran ada empat macam yaitu :
1. Skala Nominal.
2. Skala Ordinal.
3. Skala Interval.
4. Skala Ratio.
Selain keempat jenis skala pengukuran tersebut, ternyata skala interval yang sering digunakan untuk mengukur gejala dalam penelitian sosial.Para ahli sosiologi membedakan dua tipe skala pengukuran gejala sosial yang diukur yaitu:
a. Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian. termasuk tipe ini : skala sikap, skala moral, test karakter, skala partisipasi sosial
b. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial. termasuk tipe ini adalah skala mengukur status sosial ekonomi, lembaga-lembaga swadaya masyarakat (sosial), kemasyarakatan, kondisi rumah tangga dan lain sebagainya.
Jenis-Jenis Skala Sikap :
Bentuk-bentuk skala sikap yang perlu diketahui dalam melakukan penelitian ada lima macam, diantaranya adalah :
1. Skala Likert
2. Skala Guttman
3. Skala Differensial Simantict
4. Rating Scale
5. Skala Thurstone
Alhamdulillah wasyukurillah akhirnya bisa kubuat blog ini, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan, dan menyalurkan setiap unek-unek pribadi menjadi sebuah cerita yang kreatif dan inovatif (bantu like page FB-nya yaa, terima kasih ^_^)
Tampilkan postingan dengan label Statistika Penelitian Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Statistika Penelitian Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Juli 2013
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan angket penelitian
Tahapan yang
sangat penting dalam proses penelitian ilmiah adalah menyusun alat ukur (instrumen)
penelitian sebagai pedoman untuk mengukur variable-variabel penelitian. Alat
ukur tersebut harus valid dan reliable. Yang dikatakan valid ialah suatu ukuran
yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur, sedangkan reliable
adalah keajkan (konsistensi) alat pengumpul data penelitian. Jenis alat ukur
dapat berupa : wawancara, angket dll.
Alat ukur yang
baik (handal) sudah menetapkan tingkat pengukuran tertentu, yaitu: dapat berupa
Nominal, Ordinal, Interval dan Ratio (NOIR).
Pada umumnya semua jenis angket paling sedikit
memiliki dua fungsi yaitu deskripsi dan pengukuran.
Fungsi pertama ialah dapat memberikan gambaran (deskripsi)
tentang karakteristik dari individu atau sekelompok responden.
Penyusunan angket yang baik perlu memperhatikan
beberapa faktor berikut:
a. Populasi
dan sampel
b. Tingkat
sosial dan ekonomi, latar belakang pendidikan dan lain-lain individu dan
kelompok sasaran
yang hendak diteliti
c. Kejelasan
fakta apa saja yang diperlukan untuk mempelajari masalah yang akan diteliti
d. Tingkat
jangkauan untuk memperoleh fakta dan data
e. Bagaimana
caranya angket diadministrasikan
f. Macam-macam alternative atau model jawaban
responden yang akan digunakan dalam penelitian
g. Berapa
lama waktu pembuatan angket
h. Bagaimana kontrol atau kendali agar responden memberikan jawaban terhadap angket yang
dibuat
i. Dalam menyusun pernyataan atau pertanyaan peneliti
menggunakan pernyataan atau pertanyaan yang mudah dipahami responden, singkat,
padat, dan sederhana. Hal ini harus diperhatikan antara lain:
1) Panjang pendeknya angket
2) Isi angket
3) Kerahasiaan jawaban
4) Faktor lain yang terkait
Referensi : Riduwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung. Alfabeta
Langganan:
Postingan (Atom)

