Sabtu, 23 Maret 2013

Bab 3. Pendidikan Seumur Hidup


3.1 Materi Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Pendidikan tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah, tetapi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup. Jadi pendidikan seumur hidup merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang selama hidupnya.
Pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan orang dewasa, tetapi mencakup dan memadukan semua tahap pendidikan (pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pend. tinggi) dan jenis pendidikan. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal maupun formal baik yang berlansung dalam keluarga, disekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Dalam filsafat pendidikan seumur hidup dijelaskan bahwa tujuan akhir pendidikan seumur hidup adalah mempertahankan dan meningkatkan mutu hidup.
A.    Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Menurut GBHN 1978 dinyatakan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat sehingga pendidikan seumur hidup merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Secara yuridis formal konsepsi pendidikan seumur hidup dituangkan dalam Tap MPR No. IV/MPR/1973 jo Tap MPR No. IV/MPR/1978 tentang GBHN, dengan prinsip-prinsip pembangunan nasional :
1)      Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang).
2)      Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
3)      Konsepsi manusia Indonesia seutuhnya merupakan konsepsi dasar tujuan pendidikan nasional (UU Nomor 2 tahun 1989 Pasal 4) yakni pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
B.     Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Dasar-dasar pemikiran long life education antara lain
Tinjauan ideologis
Setiap manusia hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan hidup
Tinjauan ekonomis
Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :
  1. Meningkatkan produktivitasnya
  2. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya
  3. Memungkinkan hidup dalam lingkunganyang sehat dan menyenangkan.
  4. Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat
  5. Tinjauan sosiologis
Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orangtua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orang tua bersekolah maka anak-anak mereka juga bersekolah.
Tinjauan Filosofis
Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tinjauan Teknologis
Semakin maju jaman semakin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya.
Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.
C.    Tujuan pendidikan seumur hidup
1)      Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin.
2)      Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan manusia bersifat hidup dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung seumur hidup
D.    Alasan Pendidikan Seumur Hidup diperlukan
Perlunya pendidikan seumur hidup dalam beberapa hal:
Pertimbangan ekonomi
Menurut pandangan tokoh pendidikan seumur hidup, pembentukan sistem pendidikan berfungsi sebagai basic untuk memperoleh ketrampilan ekonomis berharga dan menguntungkan. Tidak berarti mereka menekankan bahwa pendidikan seumur hidup akan dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan akan meningkatkan keuntungan, tapi hal terpenting adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, memperbesar pemenuhan diri, melepaskan dari kebodohan, kemiskinan, dan eksplorasi.
Keadilan
Keadilan dalam memperoleh pendidikan seumur hidup diusahakan oleh pemerintah. Dalam konteks keadilan pendidikan seumur hidup pada prinsipnya bertujuan untuk mengeliminasi pesanan sekolah sebagai alat untuk melestaikan ketidakadilan.
peranan keluarga
Coleman dalam “Review of Educational Research mengemukakan keluarga berfungsi sebagai sentral sumber pendidikan pada waktu silam. Pendidikan seumur hidup dapat memperlengkapi kerangka organisasi yang memungkinkan pendidikan mengambil alih tugas yang dulunya ditangani keluarga. Dalam masalah ini harus diperhatikan bahwa penekanan peranan pendidikn seumur hidup sebagai pembantu keluarga, berarti akan memperluas sistem pendidikan agar dapat menjangkau anak-anak awal dan orang dewasa.
Faktor perubahan peranan sosial
Pendidikan seumur hidup harus berisi elemen penting yang kuat dan memainkan peranan sosial yang amat beragam untuk mempermudah individu melakukan penyesuaian terhadap perubahan hubungan antara mereka/orang lain.
Perubahan teknologi
Pertumbuhan teknologi menyebabkan peningkatan penyediaan informasi yang berakibat pada meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kematian. Semakin banyaknya tersedia kekayaan materi yang berakibat kenudiaan dan materialisme menjiwai nilai-nilai budaya dan spiritual serta berakibat pula kerenggangan dan keterasingan manusia satu dengan lainnya.
Faktor vocational
Pendidikan vocational diberikan untuk mempersiapkan tenaga kejuruan yang handal, trampil untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa
Orang dewasa mengalami efek cepatnya perubahan dalam bidang ketrampilan yang mereka miliki, maka diupayakan sistem pendidikan yang mampu mendidik orang dewasa. Secara radikal perubahan pandangan mengenai kapan seseorang harus disekolahkan dan sekolah apa yang dalam hal ini memerlukan politik pendidikan seumur hidup.Kebutuhan anak-anak awal
Para ahli mengakui bahwa masa anak-anak awal merupakan fase perkembangan yang mempunyai karakteristik tersendiri bukan semata-mata masa penantian untuk memasuki periode anak-anak, remaja dan dewasa. Masa anak-anak awal merupakan basis untuk perkembangan kejiwaan selanjutnya meksipun dalam tingkat tertentu pengalaman-pengalaman yang datang belakangan dapat memodifikasi perkembangan yang pondasinya sudah diletakkan oleh pengalaman sebelumnya.
E. Strategi Pendidikan Seumur Hidup
Menurut Prof. Soelaiman Joesoef, strategi dalam rangka pendidikan seumur hidup adalah
1)      Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri
Pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan, yang meliputi seluruh rentangan usia ini.
2)      Konsep belajar seumur hidup
Konsep ini menyatakan bahwa pelajar belajar karena respon terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan pendidikan menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar. Belajar menunjukkan kegiatan yang dikelola walaupun tanpa organisasi sekolah dan kegiatan ini justru mengarah pada penyelenggaraan asas pendidikan seumur hidup.
3)      Konsep metode belajar seumur hidup
Sistem pendidikan (metode belajar) bertujuan membantu perkembangan orang-orang secara sadar dan sistematik respons untuk beradaptasi dengan lingkungan seumur hidup.
4)      Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup
Kurikulum dirancang atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup yang praktis untuk mencapai pendidikan dan mengimplementasi prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup.
5)      Arah pendidikan seumur hidup
Pendidikan seumur hidup kepada orang dewasa
Pemuda atau orang dewasa memerlukan pendidikan seumur hidup dalam rangka pemenuhan self interest yang merupakan tuntutan hidup mereka self interest antara lain: kebutuhan baca tulis, latihan dan ketrampilan.
Pendidikan seumur hidup bagi anak
Pendidikan seumur hidup bagi anak merupakan hal yang sangat penting karena anak akan menjadi tempat awal bagi orang dewasa nantinya. Program yang kegiatan yang disusun buat anak antara lain : kecakapan baca tulis, ketrampilan dasar dan mempertinggi daya pikir anak sehingga memungkinkan anak terbiasa belajar berpikir kritis dan mempunyai pandangan kehidupan yang dicita-citakan.
F.     Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-Program Pendidikan
Implikasi diartikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Menurut W.P Guruge dalam buku Toward Better Educational Management, implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan adalah :
1)      Pendidikan baca tulis fungsional
Pendidikan baca tulis sangatlah penting bagi masyarakat, baik negara maju maupun negara berkembang. Realisasi baca tulis fungsional memuat :
  1. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3M) yang fungsional bagi anak didik.
  2. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.
2)      Pendidikan vokasional
Pendidikan vokasional sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah atau sebagai program pendidikan formal dan non formal dalam rangka apprentice ship training merupakan salah satu program dalam pendidikan seumur hidup. Namun pendidikan vokasional tidak boleh dipandang sebagai jalan pintas tetapi tetap dilaksanakan secara kontinu.
3)      Pendidikan professional
Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam tiap profesi hendaklah tercipta built in mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi, dan sikap profesionalnya.
4)      Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan
Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari asas pendidikan seumur hidup.
5)      Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik
Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik perlu diberikan dalam pendidikan seumur hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik menjadi rakyat maupun pimpinan.
6)      Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggang
Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggang perlu diberikan secara konstruktif sebagai bagian konsep long life education. Dengan cara ini waktu senggang dapat dimanfaatkan berbasis budaya yang baik sehingga pendidikan seumur hidup dapat berjalan menyenangkan

Bab 2. Standar Dan Mutu Pendidikan


1.1 Pengertian Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUSPN Nomor 20 tahun 2003).
1.2 Ruang Lingkup Standar Nasional Pendidikan
Ruang Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi:
a. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
b. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
c. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
d. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
e. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
f. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
g. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun
h. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
1.3 Hubungan Standar Nasional Pendidikan dengan Sistem Pendidikan Sistem adalah sekelompok komponen yang terintegrasi, yang saling berhubungan, dan menunjukkan hubungan fungsional satu sama lain dalam kesatuan yang kompleks. Sistem meliputi komponen input, proses, dan output. Seluruh komponen dalam sistem bertransformasi dari input, proses, hingga menjadi output dalam bentuk siklus. Hubungan standar nasional pendidikan dengan sistem pendidikan dapat digambarkan pada gambar siklus sebagai berikut:
                                                        Gambar 1. Pengelompokkan 8 SNP


berdasarkan sistem Gambar di atas mendeskripsikan bahwa proses peningkatan mutu merupakan kegiatan yang berlangsung tanpa henti. Sekolah mengolah input, menyelenggarakan proses dan menghasilkan lulusan. Mutu lulusan menjadi input untuk perbaikan selanjutnya dalam siklus sistem.
1.4 Tugas
1. Apa yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan?
2. Apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup standar nasional pendidikan?
3. Jelaskan hubungan sistem pendidikan dengan standar nasional pendidikan?
E. Referensi:
Faturrahman, dkk. 2012. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.
Guru Pembaharu. 2010. Konsep Dasar Penerapan Standar Sistem Pendidikan. [ online; http://gurupembaharu.com. diakses Selasa, 4 september 2012].
PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Berikut PPT-nya : 2. Standar dan Mutu Pendidikan

Cara Menambah Link Blog Temen ke Blog Kita

Kali ini, saya mau belajar bagaimana cara menambah link blog temen di blog kita, ikutan belajar yuk ! ^^

Saya sempat kecewa dengan blogspot, karena tak bisa menampilkan PPT secara langsung, qt harus share dulu PPT itu di tempat yang lain baru bisa share di blog, tapi saya coba berpositive thinking,,,ya,,,mungkin saya belum tau ilmunya, lagian saya belum terlalu ngulik nih blog, dan saya pun ngeliat salah seorang teman membuat link di wordpress, saya juga jadi ingin membuat link tersebut di blog saya, tapi bisa tidak ya???

Alhamdulillah saya coba ulik, dan ternyata bisa, berikut saya share cara-caranya : 
1. Buka Dasboard Blogspot
2. Klik Tata Letak

Buka Dasboard Pilih Tata Letak
3. Pilih Tambahkan Gadget
Klik Tambahkan Gadget
4. Pilih Daftar Link 

5. Isi Daftar yang ada, setelah selesai semuanya lalu disimpan.

Isi Daftar Link
6. Lihat Hasilnya :

Hasilnya


Nah, Bagaimana untuk link di wordpress? Kita ikuti cara selanjutnya ya :) 

Buat Link di Wordpress :

  -   Masuk ke dashboard WP dan pada sebelah kiri klik tulisan links – add New.
  -   Pada kotak isian name, silakan isi judul blog teman yang akan kamu tambahkan pada blog kamu. 
  -   Pada web address silakan isi alamat blog tersebut dengan dimulai pakai http://.... 
  -   Dan pada description silakan tulis deskripsi blog tersebut.
  -   Agar bisa tampil dengan judul kategori khusus, klik add new category dan isi sesuai dengan link apa yang akan anda tambahkan, misalnya saja link blog teman. Dan klik tulisan add. Klik add lagi pada sebelah kanan atas untuk mempublishnya.
    Selesai.



Selamat Mencoba Kawans :)



Minggu, 17 Maret 2013

Beasiswa Magister UII

Bersama ini kami sampaikan informasi kesempatan mendapatkan beasiswa dalam negeri BPPS untuk melanjutkan studi Magister (S2) pada Magister Teknik Informatika UII. 
Mohon untuk disampaikan pada kolega yang berminat khususnya yang belum melanjutkan ke S2. 

Informasi lengkap dapat di lihat pada alamat :http://www.fit.uii.ac.id/new/id/artikel/berita/208-beasiswa-pendidikan-pascasarjana-bpps.html

Buruan Daftar Beasiswa Pemerintah Turki!


JAKARTA – Pemerintah Turki memberikan kesempatan bagi para pelajar internasional untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dan pascasarjana gratis! Beasiswa akan diberikan meliputi biaya pendidikan penuh, uang saku bulanan, biaya akomodasi, biaya transportasi, hingga tunjangan kesehatan. 

Scholar (penerima beasiswa) tidak perlu membayar biaya kuliah hingga lulus. Selain itu, pemerintah Turki juga akan memberikan uang saku. Untuk mahasiswa kejuruan dan jenjang sarjana, besaran uang saku adalah 500 lira atau sekira USD300 atau Rp2,9 juta (Rp9.698 per dolar). Sedangkan mahasiswa S-2 akan mendapatkan uang saku 750 lira atau setara dengan USD450 atau Rp4,3 juta, dan mahasiswa S-3 sebesar 1.000 lira atau sekira USD575 atau Rp5,5 juta. 

Biaya akomodasi juga akan ditanggung pemerintah Turki selama mahasiswa tinggal di asrama kampus. Jika mahasiswa memilih tinggal di luar asrama kampus, maka biaya akomodasi ditanggung sendiri. Scholar juga akan menerima tunjangan kesehatan dari lembaga kesehatan milik pemerintah Turki. Asyiknya lagi, penerima beasiswa dapat kesempatan belajar bahasa Turki selama satu tahun. Pemerintah Turki juga akan menanggung biaya keberangkatan pertama mahasiswa ke Turki dan pulang ke negaranya setelah lulus nanti. 

Tertarik mendaftar? Simak informasi lengkapnya di laman Pemerintah Turki. Bergegas ya! Deadline pendaftarannya 31 Maret 2013 untuk program S-2 dan S-3. Sedangkan untuk jenjang sarjana, pendaftaran akan ditutup pada 31 Mei 2013. 


http://kampus.okezone.com/read/2013/03/12/368/774592/buruan-daftar-beasiswa-pemerintah-turki


Pengumuman Beasiswa ITB

Dear All,
PENGUMUMAN (No. 010/I1.C07.8.1/PP/2013)

Dibuka pendaftaran seleksi mahasiswa program Magister Teknik Elektro bidang khusus 
Teknologi Media Digital dan Game, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung sebagai berikut:
1. Latar Belakang Pendidikan Sarjana Teknik, Sarjana MIPA dan Sarjana Pendidikan Bidang Teknik. 
2. IPK >3,25
3. Fotokopi Ijasah Tingkat Sarjana yang telah dilegalisir.
4. Fotokopi Transkrip Akademik tingkat Sarjana yang telah dilegalisir.
5. Memiliki score English Language Profiency Test (ELPT) 93 dan Score Tes Potensi
Akademik dari Otto Bappenas (TPA) 500.
6. Surat Keterangan Sehat dari dokter.
7. Surat Ijin dan Rekomendasi atasan bagi calon yang diusulkan oleh instansi.

Adapun pelaksanan seleksi yaitu:
Gelombang I :
a. Tempat Seleksi : Gedung Ahmad bakrie, Labtek VIII Lantai 2 – ITB Jalan Ganesa No. 10 Bandung.
b. Tanggal : 12 dan 13 April 2013 (Meliputi Tes TPA dan ELPT)
c. Waktu : Pkl 08.00 – selesai

Gelombang II:
a. Tempat Seleksi : Gedung Ahmad bakrie, Labtek VIII Lantai 2 – ITB Jalan Ganesa No. 10 Bandung.
b. Tanggal : 19 dan 20 Juli 2013 (Meliputi Tes TPA dan ELPT)
c. Waktu : Pkl 08.00 – selesai

Gelombang III:
a. Tempat Seleksi : Gedung Ahmad bakrie, Labtek VIII Lantai 2 – ITBJalan Ganesa No. 10 Bandung.
b. Tanggal : 1 dan 2 November 2013 (Meliputi Tes TPA dan ELPT)
c. Waktu : Pkl 08.00 – selesai

Bagi peserta yang lulus seleksi serta memenuhi persyaratan, disediakan Beasiswa yang berasal dari kerjasama :
1. Beasiswa Unggulan BPKLN - KEMENDIKBUD
2. SEAMOLEC

Untuk informasi seleksi dan pendaftaran mahasiswa lebih lanjut, hubungi:
1. Rahman Faisal (rahman@lskk.ee.itb.ac.id)
2. Yati Suyati (yati@lskk.ee.itb.ac.id)
3. Anggun Guna Wibawa (anggun@lskk.ee.itb.ac.id)
Lab. Sistem Kendali dan Komputer. Sekolah Teknik Elektro & Informatika Institut Teknologi Bandung, Tel: +62-22-2500960, Fax: +62-22-2534217

Silahkan di share, untuk info bagi rekan2 kita yang membutuhkannya.
Terima Kasih.

Rabu, 30 Januari 2013

Bab 1. Konsep Dasar Pendidikan



       1.1  Apa Pendidikan Itu ?

      ·         Menurut UU No. 20 Tahun 2003 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

·         Menurut Edgar Dale 
 Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

·         Menurut John Dewey :
      Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara   
      intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.

1.2  Mengapa Pendidikan Itu Penting ?

·         Menurut J.J Rousseau  :
Pendidikan memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.

·         Menurut Mohammad Noor Syam,1984 :
Pendidikan merupakan upaya untuk memelihara kebudayaan, “Education as Cultural Conservation”

·         Menurut Majid Noor (1981:21) :
Pendidikan bagi manusia menjadi penting sebagai upaya untuk melakukan proses yang terencana dan berkesinambungan sebagai dasar untuk mengembangkan potensi dan hakikat kemanusiaannya.

1.3  Kapan Pendidikan itu Dilaksanakan ?

Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan siswa atau peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan bukan hanya berlangsung di sekolah. Pendidikan akan mulai segera setelah anak lahir dan akan berlangsung sampai manusia meninggal dunia, sepanjang ia mampu menerima pengaruh-pengaruh. Oleh karena itu, proses pendidikan akan berlangsung dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.

1.4  Dimana Pendidikan itu Diperoleh ?

Manusia hidup di dalam lingkungan tertentu, di dalam lingkungannyalah setiap orang memperoleh berbagai pengalaman yang turut berpengaruh terhadap perkembangan pribadinya. Dalam arti luas, semua pengalaman hidup yang berpengaruh positif terhadap perkembangan pribadi seseorang adalah pendidikan. Sebab itu, lingkungan dimana seseorang hidup merupakan lingkungan pendidikan baginya. Terdapat tiga jenis lingkungan pendidikan (Tri Pusat Pendidikan), yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
A.    Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi proses perkembangan seorang individu sekaligus merupakan peletak dasar kepribadian anak. Pendidikan anak diperoleh terutama melalui interaksi antara orang tua – anak. Dalam berinteraksi dengan anaknya, orang tua akan menunjukkan sikap dan perlakuan tertentu sebagai perwujudan pendidikan terhadap anaknya.
Berbagai faktor yang ada dan terjadi di dalam keluarga akan turut mennetukan kualitas hasil pendidikan anak. Jenis keluarga, gaya kepemimpinan orang tua, kedudukan anak dalam urutan keanggotaan keluarga, fasilitas yang ada dalam keluarga, hubungan keluarga dengan dunia luar, status social ekonomi orang tua, dan sebagainya akan mempengaruhi situasi pendidikan dalam keluarga, yang pada akhirnya akan turut pula mempengaruhi pribadi anak.

B.     Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan dalam keluarga. Sekolah merupakan lembaga tempat dimana terjadi proses sosialisasi yang kedua setelah keluarga, sehingga mempengaruhi pribadi anak dan perkembangan sosialnya. Sekolah diselenggarakan secara formal. Di sekolah anak akan belajar apa yang ada di dalam kehidupan, dengan kata lain sekolah harus mencerminkan kehidupan sekelilingnya. Oleh karena itu, sekolah tidak boleh dipisahkan dari kehidupan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan perkembangan budayanya. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, sekolah merupakan suatu keharusan, karena tuntutan-tuntutan yang diperlukan bagi perkembangan anak sudah tidak memungkinkan akan dapat dilayani oleh keluarga. Materi yang diberikan di sekolah berhubungan langsung dengan pengembangan pribadi anak, berisikan nilai moral dan agama, berhubungan langsung dengan pengembangan sains dan teknologi, serta pengembangan kecakapan-kecakapan tertentuyang langsung dapat dirasakan dalam pengisian tenaga kerja.
C.     Masyarakat
Pendidikan di masyarakat merupakan bentuk pendidikan yang diselenggarakan di luar keluarga dan sekolah. Bentuk pendidikan ini menekankan pada pemerolehan pengetahuan dan keterampilan khusus serta praktis yang secara langsung bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat. Phillip H.Coombs (Uyoh Sadulloh, 1994:65) mengemukakan beberapa bentuk pendidikan di masyarakat, antara lain : (1) program persamaan bagi mereka yang tidak pernah bersekolah atau putus sekolah; (2) program pemberantasan buta huruf; (3) penitipan bayi dan penitipan anak pra sekolah; (4) kelompok pemuda tani; (5) perkumpulan olah raga dan rekreasi; dan (6) kursus-kursus keterampilan.
Pada masyarakat tradisional pendidikan cukup dilaksanakan di lingkungan keluarga dan masyarakat saja. Akan tetapi, dalam masyarakat modern, keluarga tidak dapat lagi memenuhi semua kebutuhan dan aspirasi pendidikan bagi anak-anaknya, baik menyangkut pengetahuan, sikap, maupun keterampilan untuk melaksanakan peranannya di dalam masyarakat. Dengan demikian, sekolah dan masyarakat berfungsi untuk melengkapi pendidikan yang tidak dapat diberikan oleh keluarga. Namun demikian, tidak berarti bahwa keluarga dapat melepaskan tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya. Keluarga diharapkan bekerja sama dan mendukung kegiatan pendidikan di sekolah dan di masyarakat

1.5  Apa Tujuan Pendidikan Nasional ?
Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab

1.6  Empat Pilar Pendidikan

 v  Learning to know (belajar untuk mengetahui) sebagai landasan ilmu pengetahuan
 v  Learning to do (belajar melakukan) sebagai aplikasi
 v  Learning to live together (belajar hidup dalam kebersamaan)
 v  Learning to be (belajar menjadi diri sendiri) sebagai penggalian potensi diri

Belajar Untuk Mengetahui (Learning To Know)
Senakin luas pengetahuan seseorang, semakin baik ia dapat memahami berbagai aspek dari lingkungannya. Studi tersebut mendorong rasa ingin tahu yang lebih besar secara intelektual, mempertajam kemampuan kritis dan memungkinkan orang mengembangkan penilaian mereka secara independen pada diri sendiri dan pada dunia di sekitar mereka.

Belajar Untuk Melakukan (Learning To Do)
Hal utama yang dimainkan oleh pengetahuan dan informasi dalam industri manufaktur telah menyusul tuntutan akan keterampilan khusus bagi tenaga kerja. Konsep utama sekarang adalah “kompetensi pribadi”. Kompetensi Pribadi ini dinilai dengan melihat campuran keterampilan dan bakat, menggabungkan keahlian bersertifikat yang diperoleh melalui pelatihan tenis dan kejuruan, perilaku social, inisiatif pribadi, dan kemauan untuk mengambil resiko. Jika kita menambahkan permintaan untuk komitmen pribadi pada pihak karyawan dalam peran mereka sebagai agen perubahan, jelas bahwa jenis kompetensi pribadi melibatkan bawaan sangat subjektif atau diperoleh kualitas yang sering disebut sebagai “ keahlian interpersonal” dikombinasikan dengan pengetahuan dan keterampilan pekerjaan lain. Dari kualitas, komunikasi, dan keterampilan tim pemecahan masalah yang lebih penting adalah asumsi.

Belajar Untuk Menjadi (Learning To Be)
Pendidikan harus berkontribusi untuk menyelesaikan pengembangan setiap orang. Semua orang di masa kecil dan remaja harus menerima pendidikan yang melengkapi mereka untuk mengembangkan independensinya sendiri, cara berpikir kritis, dan penilaian, sehingga mereka dapat mengambil keputusan untuk memilih kursus terbaik dalam hidup mereka

Belajar Untuk Hidup Bersama (Learning To Life Together)
Tugas pendidikan, baik dalam rangka pembelajaran bagi siswa dan mahasiswa tentang keragaman manusia maupun untuk menanamkan kesadaran diri mereka tentang persamaan dan saling ketergantungan semua orang esensinya adalah bagaimana mereka mampu hidup bersama dengan orang lain secara bersahabat dan menyenangkan. Sejak dari anak usia dini, proses dan substansi pembelajaran harus merebut setiap kesempatan untuk mengejar aneka cabang ilmu yang mengarah pada tujuan ini. Ketika orang bekerja sama dalam proyek-proyek yang menarik dengan melibatkan mereka dalam aneka bentuk tindakan yang tidak biasa, perbedaan dan bahkan konflik antara individu cenderung melemah dan kadang-kadang hilang.

1.7  Referensi

Danim, Sudarwam. 2011. Pengantar Pendidikan. Bandung. CV. Alfabeta
Fatturrahman, dkk. 2012. Pengantar Pendidikan. Jakarta. Prestasi Pustaka Publisher
Wahyudin, Din dkk. 2011. Pengantar Pendidikan. Jakarta. Universitas Terbuka